Pemda Sekolahkan Dokter Spesialis

Pemda akan sekolahkan enam dokter spesialis

MUKOMUKO, BE – Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis khusus dokter spesialis. Pemda Mukomuko Tahun 2015 ini berencana menyekolahkan sebanyak enam dokter spesialis. Yakni, Spesialis Gigi, THT, Mata, Obgyn, Urologi dan spesialis Anak. “ Ya, enam orang dokter akan di sekolahkan. Masing – masing satu orang untuk satu spesialis,” demikian Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten, Seri Utami dikonfirmasi Bengkulu Ekspress kemarin (28/1). Kegiatan menyekolahkan dokter spesialis yang berikutnya. Sebelumnya telah disekolahkan sebanyak empat dokter. Yakni spesialis Bedah, Anak, Obgyn dan Penyakit Dalam. “ Empat spesialis itu telah selesai dan mengabdi di Kabupaten Mukomuko,” ujarnya. Diprioritaskannya dokter spesialis, kata Seri, selain untuk memenuhi kebutuhan masyrakat, juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dibidang kesehatan serta meningkatkan pelayanan di RSUD Mukomuko yang semakin banayak pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. “ Semakin banyaknya pasien dan majunya RSUD, tenaga kesehatan yang punya SDM harus bertambah. Inilah diantaranya pemda menyekolahkan dokter – dokter tersebut,” jelasnya. Dokter spesialis yang telah di sekolahkan pemerintah melalui APBD tidak boleh pindah ke daerah lain atau menetap di Kabupaten Mukomuko. Karena sebelum dokter itu disekolahkan hingga selesai, ada ikatan dinas secara permanen. “ Enam orang dokter itu masih rencana. Semuanya dokter umum yang ada berpeluang untuk disekolahkan. Tinggal lagi apakah dokter yang bersangkutan mampu atau tidak. Karena untuk mengikuti pendidikan ke spesialis ada prosedur seperti harus mengikuti tes melalui universitas nya masing – masing. Jika lulus, dokter itu direkomendasikan untuk melanjutkan pendidikan ke spesialis,” jelasnya. Anggaran yang telah disiapkan pemda sekitar Rp 500 juta. Jikalau nantinya anggaran itu kurang tidak menutup kemungkinan diusulkan kembali di APBDP Tahun 2015 mendatang. “ Sekolahkan dokter spesialis dilakukan bertahap. Ini prioritas dalam peningkatan dan penambahan SDM dibidang kesehatan di daerah ini. Karena setiap dibukanya formasi CPNS tidak ada dokter spesialis yang mau mendaftar. Inilah diantaranya solusi untuk memenuhi kebutuhan tenaga spsesialis di daerah ini,” tutupnya. (900)