Pemda Kota Bengkulu Distribusikan 4.000 Ribu Kartu Perdana Gratis untuk Siswa

Ist/BE Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu
Ist Media Centre Kota Bengkulu/ BE
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Rosmayetti.

BENGKULU, BE – Pemerintah Kota Bengkulu, memberikan kuota internet berupa kartu perdana untukmeringankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa dan guru SMP di Kota Bengkulu. Hanya saja, kuota internet itu belum seluruhnya diterima siswa dan guru. Sejauh ini baru sekitar 4.000 kartu perdana didistribusikan. Sementara jumlah siswa SMP di Kota Bengkulu sekitar 17.000 orang. Artinya untuk siswa saja masih kurang sekitar 13.000 kuota lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Dra. Rosmayetti MM, saat dikonfirmasi BE mengakui belum seluruh siswa mendapatkan kuota internet berupa kartu perdana dari pihak ketiga.

“Baru 4000 kartu perdana yang didistribusikan, masih menunggu kartu perdana XL yang masih belum cukup untuk dibagikan,” katanya.

Jumlah siswa tingkat SMP se-kota Bengkulu diperkirakan mencapai 17 ribu siswa. Itu artinya masih ada kekurangan 13 ribu kartu perdana yang belum terdistribusikan. Meski begitu, Rosmayetti optimis seluruh kartu perdana sudah terdistribusi semua pada Agustus mendatang. Dengan begitu pembelajaran jarak jauh dapat berjalan efektif.

Masing-masing siswa mendapatkan kuota gratis senilai Rp 40 ribu per bulannya. Kuota tersebut rincianya Rp 20 ribu bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Rp 20 ribu lagi bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sedangkan, kuota gratis bagi guru sebesar Rp 50 ribu diambil dari dana BOS.

”Pemberian kuota gratis bertujuan untuk meringankan sistem belajar guru SMP dan siswa se-kota Bengkulu via daring. Insya Allah, awal bulan depan sudah kita bagikan kepada seluruh siswa SMP dan guru,” katanya seraya menambahkan hingga saat ini pihak ketiga tengah melakukan perbaikan jaringan.

Salah seorang kepala sekolah yang enggan disebut namanya menyebutkan, ”sekolahnya hingga saat ini belum mendapatkan bantuan kartu perdana tersebut.”

Dengan alasan sekolah masih mendata jumlah siswa yang memiliki perangkat android. Tidak semua siswa memiliki android, maka pendataan pemilik android masih belum final. Tidak hanya itu, satuan pendidikan pun masih bingung. Lantaran tidak semua wilayah di Kota Bengkulu dilalui dengan baik dengan jaringan provider, yang telah menjalin kontrak kerja sama dengan Pemerintah Kota Bengkulu tersebut. (247)