Pembunuh Majikan Dibekuk

 DIBEKUK : Syahrullah (41), (posisi duduk dengan kepala pelontos) selaku tersangka pembunuh majikan saat diamankan pihak Polres Kepahiang.  GAFUR/BE

DIBEKUK : Syahrullah (41), (posisi duduk dengan kepala pelontos) selaku tersangka pembunuh majikan saat diamankan pihak Polres Kepahiang.
GAFUR/BE

KEPAHIANG, BE – Butuh waktu 2 hari bagi pihak Polres Kepahiang untuk menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap Syahrullah (40) warga asal Lampung Utara. Ini setelah Rabu (27/2) kemarin sekitar pukul 06.30 WIB Satuan Reskrim Polres Kepahiang berhasil membekuk pelaku pembunuhan terhadap korban yakni SU (41) alias Pak Dadang  yang diketahui warga Talang Indah Kecamatan Bunga Mas Bengkulu Selatan.

Selain menangkap pelaku Syahrullah, polisi juga membawa anaknya DD (23) lantaran khawatir menjadi amukan keluarga korban. Tersangka ini ditangkap petugas saat tengah berada di dalam sebuah bus jurusan Bengkulu Selatan di daerah Desa Sinar Gunung, Rejang Lebong.

Data didapat BE, tersangka pembunuhan ini ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Tersangka mengakui membunuh lantaran emosi terhadap sang majikan yang sering menegur dan memarahinya. Setelah membunuh korban, tersangka kabur bersama anaknya DD lantaran anaknya yang juga memiliki lahan perkebunan di daerah kebun korban merasa tidak aman karena takut menjadi sasaran amukan keluarga korban. Tsk dan anaknya ini sendiri selama dalam masa pelarian bersembunyi di dalam kawasan hutan di daerah tersebut.

Kapolres Kepahiang, AKBP Sudarno SSos MH didampingi Kabag Ops, Kompol Resza Ramadiansah SIK melalui Kasat Reskrim AKP S Hidayat Hutasuhut menyampaikan pihaknya melakukan pengejaran terhadap tsk ini sejak dirinya diketahui melarikan diri pasca pembuhuhan sadis tersebut.

“Sejak dikabarkan kabur, kita terus melakukan pengejaran. Berkat kesigapan anggota kita dan beberapa informasi dari masyarakat sejak malam tadi (kemarin, red) keberadaan tsk sudah diketahui, bahkan kita juga mengetahui jika tsk ini akan berniat melarikan diri ke daerah asalnya di Bengkulu Selatan,” ungkap Hidayat.

Dikatakannya, berbekal informasi tersebut akhirnya tsk berhasil ditangkap bersama dengan anaknya tanpa memberikan perlawanan saat sedang berada dalam salah satu Bus di wilayah Sinar Gunung Curup RL. “Memang sejak diterimanya informasi jika tsk akan melarikan diri maka kitapun terus melakukan pengintaian, puncaknya tadi pagi (kemarin, red) tskpun berhasil kita tangkap dan langsung kita bawa ke Mapolres,” kata Hidayat.

Menurutnya, dari pemeriksaan terhadap tsk, tsk mengakui perbuatannya yang telah membunuh korban (Syahrullah, red) lantaran kesal dengan korban karena kerap menegur dan memarahi tsk yang merupakan salah satu pekerja korban. “Puncaknya sebelum kejadian motor yang digunakan tsk rusak dan ditegur oleh korban. Rupanya teguran itu menyebabkan tsk emosi dan akhirnya menghabisi nyawa korban dengan linggis, dengan demikian kita menduga motif dibalik peristiwa itu karena tsk emosi sesaat kepada korban yang menegurnya,” terang Hidayat.

Disinggung keterlibatan anak tsk, Hidayat menjelaskan, setelah usai menghabisi nyawa korban, tsk lari mengajak serta anaknya. Dari pengakuan anak tsk, selama dua hari keduanya bersembunyi di dalam kawasan hutan. “Sewaktu dalam pelarian di dalam hutan anak tsk mengaku takut dibunuh juga oleh tsk, sehingga semasa pelarian anak tsk tidak berani bertanya apapun kepada tsk. Meskipun demikian sementara ini anak tsk tetap kita mintai keterangan,” ujar Hidayat.

Lebih jauh dikatakannya, terkait perkara ini masih akan tetap diselidiki, sampai dengan saat ini saksi dari keluarga korban ataupun yang melihat lansung peristiwa pembunuhan itu belum dimintai keterangan. “Kemungkinan besar beberapa waktu kedepan akan segera kita panggil. Yang jelas sementara ini tsk sudah kita amankan serta barang bukti (BB) berupa baju milik korban serta linggis yang diduga digunakan tsk menghabisi nyawa korban juga kita amankan,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, peristiwa pembunuhan terhadap korban terjadi Minggu (24/2) sekitar pukul 16.00 WIB di areal perkebunan milik korban dalam wilayah Dusun Talang Air Baru desa Air Punggur Kecamatan Muara Kemumu.

Sebelum meregang nyawa saat dalam perjalanan menuju RSUD Kepahiang, korban terlebih dahulu dipukul oleh pelaku dengan menggunakan linggis dan mengalami luka parah terutama pada bagian kepala, seperti luka pada kening sepanjang 6 cm, bagian kepala belakang sepanjang 2 cm dan 8 cm.

Di belakang telinga sepanjang 1 cm serta seluruh gigi korban nyaris rontok. Pelaku sendiri berdasarkan penuturan keluarga korban melarikan diri ke arah Sinar Gunung Curup Rejang Lebong. (505)