Pembuatan Akta Kelahiran Over Target, Perekaman E-KTP Dikebut

 

Akte KelahiranBENTENG, Bengkulu Ekspress – Menjelang berakhirnya tahun 2017 ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) telah berhasil menerbitkan sebanyak 88,53 persen akta kelahiran dari total 28 ribu warga Benteng usia 0-18 tahun yang belum mengantongi akta kalahiran.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Benteng, A Ansori kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (29/11).

“Saat ini target penerbitan akta kalahiran warga Kabupaten Benteng sudah melampaui target yang ditentukan,” kata Ansori.

Secara keseluruhan, sambung Ansori, seluruh Dinas Dukcapil seluruh Indonesia memang telah menandatangani kontrak dngan pemerintah pusat melalui Direktorat Jendral (Dirjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar bisa menerbitkan akta kelahiran sebanyak 85 persen warga yang usia 0-18.

“Secara keseluruhan, kita sudah melampaui target,” jelasnya.

Selain target penerbitan akta kelahiran, Ansori mengatakan bahwa pihaknya juga memiliki target untuk melakukan perekaman data kependudukan, yakni kartu tanda kependudukan elektronik (E-KTP) secara menyeluruh.

“Dari target 100 persen yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, saat ini perekaman E-KTP sudah mencapai 92 persen,” ungkapnya.
Mengejar target yang telah ditentukan, lanjut Ansori, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat maupun melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi setiap desa se-Kabupaten Benteng.

“Selain mendatangi setiap kantor desa, kami juga mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan imbauan dan mendata masyarakat yang belum melakukan perekaman ataupun mengantongi akta kelahiran,” paparnya.

Lebih lanjut Ansori menyampaikan, bahwa proses pengurusan akta kelahiran dan E-KTP saat ini telah dipermudah dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah alias gratis.

“Dari hasil pendataan, tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan perekaman memang belum begitu tinggi, terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di daerah pedalaman. Akses jalan yang buruk masih menjadi kendala,” tandasnya.(135)