Pembongkaran Drainase Tunggu APBD P

Doni/Bengkulu EkspressSejumlah Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Kepahiang mengecek langsung kondisi jalan Syamsudin yang tergenang banjir lokal.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress– Keluhan puluhan pedagang di Jalan Syamsudin Pasar Kepahiang direspon cepat DPRD Kabupaten Kepahiang. Sejumlah anggota Komisi 3 diantaranya Eko Guntoro, Agus Sandrillah, Widia turun langsung ke lapangan untuk mengecek lokasi, Selasa (9/7). Anggota dewan juga mengajak pera pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan PDAM Tirta Alami agar mencari solusi cepat mengatasi persoalan banjir lokal yang terjadi di depan 20 toko milik pedagang.

“Dalam dua tiga hari kedepan harus direspon (Perbaiki), untuk anggaran kita sudah sampaikan tadi mereka harus sampaikan laporan ke atasan hingga ke Bupati. Karena kalau darurat bisa mendahului anggaran,” ungkap Ketua Komisi 3 Agus Sandrilah SH.

Agus menekankan kepada OPD terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang kedepan supaya mengalokasi angaran dana untuk perawatan atau tanggap darurat. “Kalau seperti ini mau perbaiki seperti apa karena tidak ada dananya. Nah belajar dari persoalan ini, kedepan OPD harus menganggarkan untuk dana perawatan,” kata Agus.

Ia menyarankan, anggaran Kabid Perkim Dinas PU membuat laporan hingga ke Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM IPU. Supaya mengeluarkan kebijakan agar bisa mengalokasi dana perbaikan trotoar. “Kalau sifatnya darurat maka bisa mendahului anggaran,” sebutnya.

Sementara Plt Kadis PU Kepahiang, Rudi Andi Sihaloho ST melalui Kabid Perkim Hairul Saleh Ssos menjelaskan, perbaikan drainase di jalan Syamsudin bisa dilaksanakan di akhir tahun. Mengingat alokasi anggaran tidak tersedia saat ini, sementara dana di PU sudah teralokasikan semua.

“Ya, bisa diperbaki tapi tunggu di APBD Perubahan, kalau tetap harus diperbaiki sekarang harus ada kebijikan khusus. Yang jelas pembahasan tadi akan saya laporkan keatasan terlebih dahulu, Bagiamana kebijakannya,” ucap Hairul.

Menurutnya, untuk mengatasi banjir di kawasan pasar memerlukan anggaran cukup besar. Pasalnya, kurang lebih panjang trotoar yang mesti dibongkor mencapai 1 kilo meter, dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp 200 juta. “Kalau ditarik dari kiri kanan jalan kurang lebih sepanjang 1 kilo, perkiraan saya butuh anggaran sebesar Rp 200 juta,” tuturnya.

Disisi lain, puluhan pedagang menyabut baik respon masyarakat DPRD Kepahiang yang menjajikan harus ada perbaikan dari Dinas PU dan PDAM Tirta Alami. Diharapkan OPD terkait bisa melaksanakan yang sudah disampaiakan anggota DPRD.

“Jika tidak juga ada perbaikan kita akan datangi lagi, kita inginkan segera ada kepastian bahkan permasalahan ini akan diselesaikan,” ujar Doni Manurung,

Sebelumnya, puluhan pedagang Pasar Kepahiang geram dengan kondisi banjir lokal di Jalan Syamsudin Kelurahan Pensiunan Kecamatan Kepahiang. Pasalnya, genangan banjir disebabkan bocornya pipa PDAM Tirta Alami dan tersumbatnya drainase jalan tersebut hingga saat ini belum ada perbaikan. Kegeraman pedagang ditunjukan Senin siang (8/7) sekitar pukul 10.30 WIB dengan aksi menanam pohon pisang, keladi serta melepaskan ikan lele disepanjang jalan yang banjir. (320)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*