Pembenahan RSUD M Yunus Tak Serius

BENGKULU, BE – Komisi IV DPRD Provinsi meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur H Junaidi Hamsyah,  benar-benar melakukan pembinaan terhadap rumah sakit milik daerah itu.  Persoalan yang muncul selama ini, Plt Gubernur dinilai tidak serius  membenahi rumah sakit.

“Kami akan membahas masalah rumah sakit ini, saat pembahasan anggaran. Karena, sebagian besar TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) itu menjadi dewan pengawas.  Kami mau tahu komitmen dari mereka seperti apa,”  kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi, Parial SH.

Ia mengatakan selama ini masalah di rumah sakit tidak selesai-selesai dan datang silih berganti.  Bila kondisi tersebut dibiarkan, justru akan sangat merugikan masyarakat Kota Bengkulu. Karena 1,7 juta jiwa masyarakat Bengkulu sangat bergantung dengan rumah sakit tersebut.  “Sekarang kita tanya, maunya apa mereka (rumah sakit). Komitmen dari atasan (Plt Gubernur) mereka apa?  Benar-benar mau membenahi rumah sakit atau tidak?  Pejabat-pejabat yang di rumah sakit itukan anak-anak buahnya,  harusnya dia bisa mengaturnya,” kata Parial.

Ia juga mengkritisi Dewan Pengawas RSUD M Yunus yang kurang aktif mengarahkan rumah sakit agar melakukan perbaikan.  Terbukti masalah utang-utang yang menumpuk ditanggung rumah sakit itu, dibiarkan. Sehingga menyebkan rumah sakit tersandera oleh pihak-pihak ketiga. “Sangat aneh sekali, rumah sakit kok bisa-bisanya menumpuk utang.  Padahal, pemasukan sangat besar setiap bulannya,” katanya.

Dalam pembahasan APBD 2013 nanti, Komisi IV akan meminta komitmen dari Pemprov Bengkulu untuk melakukan pembinaan terhadap rumah sakit. Selama ini, setiap tahun rumah sakit itu disubsidi hingga miliaran rupiah untuk operasional dan pembelian alat kesehatan. “Namun, sepertinya komitmen dari rumah sakit dan Pemprov untuk memperbaiki rumah sakit tidak terlihat,” katanya.

DPRD sendiri pada prinsipnya akan mendukung apa yang diperlukan oleh rumah sakit, dengan menganggarkan di APBD untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya masing-masing. Tapi, peralatan kesehatan masih saja dikeluhkan.  “Kami mengajak, mari kita bersama sama melakukan pembenahan rumah sakit,” katanya.

Sebelumnya, Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah saat dikonfirmasi terkait masalah laboratorium yang mogok melakukan pelayanan, malah mengatakan, belum mendapat laporan. (100)