Pembeli Masker di Apotek Meningkat, Dijual Rp 9.500/Pcs

FOTO RIFKY/BE – Apotek yang berada di depan kawasan Rumah Sakit Umum Daerah M. Yunus Bengkulu

 

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Banyaknya permintaan pembelian masker di Bengkulu sejak diumumkan warga Indonesia yang terkena virua corona membuat sebagaian apotek mengalami kenaikan penjulan, termasuk juga apotek yang ada di Kota Bengkulu.

Meski adanya kenaikan jumlah penjualan, sebagian apotek yang teletak di kawasan depan Rumah Sakit M Yunus Kota Bengkulu tidak menaikan harga jual dan mengambil keuntungan dari kasus corona tersebut.

Salah satu karyawan toko tidak mengetahui secara pasti berapa banyaknya jumlah masker yang sudah di jualnya kepada pembeli sehingga saat ini stok di tokonya habis.

“Masker saat ini kondisinya sedang kosong mas, ya penjulan masker kita di sini meningkat tetapi kami tidak menaikan harga, masih Rp 9.500 untuk 1 pcs masker isi 4 dan harga satuan masih Rp. 2 ribu,” ujar Rani salah satu penjaga toko, Rabu (4/3).

Masyarakat pun setiap saat selalu ada yang menanyakan ketersediaan masker ditoko miliknya, tak jarang dari pembeli meminta toko untuk bisa menyediakan stok yang banyak.

“Pembeli biasanya dari keluarga pasien yang dirawat di Rumah sakit M Yunus, tetapi ada juga dari masyarakat biasa,” terangnya.

Sementara itu, ada juga apotek yang menaikkan harga masker seperti yang dijual di salah satu apotek di Simpang Sekip dengan kisaran harga 1 box Rp 280 ribu dengan isi 50 lembar.

Salah seorang pembeli Hendri (27) saat ditemui mengatakan membeli satu 3 lembar masker biasa yang berwarna biru dengan harga satuan Rp. 5 ribuan.

“Iya mas saya beli 3 masker tadi harganya Rp. 5 ribuan, pohak tokonya tidak menjual per box mereka menjual satuan karna memang stoknya terbatas,” terangnya.

Ia juga mengaku bahwa membeli masker untuk digunakan saat mau menjenguk keluarga yang sakit, karena di rumah sakit banyak sekali pasien yang menderita berbagai macam pemyakit.

“Untuk jenguk keluarga yang sakit, karna untuk jaga-jaga saja di rumah sakit kita tidak tau, setiap orang bisa berpotensi memyebarkan penyakit,” tutupnya. (CW1)