Pembebasan Lahan Jalan Tol Belum Rampung

RIO/BE
MOU: PT.Hutama Karya Infrastruktur (HKI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Polda Bengkulu mengenai pengamanan pengerjaan proyek pembangunan jalan TOL (Tax On Location) ruas Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau, Kamis (30/4).

Polda Amankan Pembangunan Jalan Tol

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – PT Hutama Karya (HK), terus melakukan pembangunan ruas jalan tol Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau. Dalam pembangunan jalan tol tahap pertama, Betungan Kota Bengkulu – Taba Penanjung Bengkulu Tengah, masih menyisahkan pembahasan lahan yang belum selesai. Penanggungjawab PT HK di Bengkulu, Sri Astuti Ningsih mengatakan, dari total 487 warga terdampak pembangunan (WTP), masih ada 330 warga lagi yang belum selesai dilakukan pembebasan lahannya.

“330 orang WTP ini masih proses pembebasan,” ujar Astuti dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Bengkulu dengan PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) tentang pengaman proyek jalan tol, Kamis (30/4) lalu.

Lah warga yang belum selesai di bebaskan itu ada di wilayah Bengkulu Tengah. Seperti di Desa Jumat, Desa Penanding dan Desa Sukarami. Belum selesainya pembebasan itu, lantaran masih proses perhitungan nilai ganti lahan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa kita selesaikan secara bersama,” ungkapnya.

Terkait MoU yang sudah dilakukan dengan Polda Bengkulu, pihaknya menyambut baik hal tersebut. Dengan demikian, proses pembangunan bisa dilakukan secara cepat, sesuai dengan target.

“Kami ucapkan terima kasih, atas telah diterbitkannya MoU dan PKS tentang pengaman proyek jalan tol ini,” ungkap Astuti.

Disisi lain, Koordinator Legal & Humas PT Hutama Karya Infrastruktur, Chandra Irawan mengatakan kemajuan pembangunan tol tahap pertama saat ini sudah sampai 20 persen. Setidaknya sekitar sepanjang 8 kilometer dari total seksi I sepanjang 17,6 km telah mulai dibangun jalan tol.

“Sekarang sudah 20 persen pembangunannya berjalan,” terang Chandra.

Ditargetkan, pembangunan pada seksi pertama ini rampung pada tahun 2021 mendatang. Nantinya akan langsung dilakukan pembangunan tahap selanjutnya. Ada tiga sesi dilakukan pembangunan jalan tol Lubuk Linggau–Curup–Bengkulu. Yaitu seksi 1 Bengkulu–Taba Penanjung sepanjang 17,6 km, seksi 2 Taba Penanjung–Kepahiang sepanjang 23,7 km dan seksi 3 Kepahiang–Lubuk Linggau sepanjang 54,5 km.

“2023 target semua sudah selesai dibangun,” ujarnya.

Dalam MoU sebelumnya, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Drs Supratman mengatakan, jalan tol sebenarnya sudah sangat lama ditunggu-tunggu masyarakat. Karena keberadaannya bukan sekedar mempersingkat jarak tempuh saja, tetapi diyakini juga mampu membuka keterisoliran Provinsi Bengkulu.

“Agar realisasinya bisa berjalan lancar, kita beserta jajaran pada intinya siap backup penuh proses pembangunan jalan tol,” kata Kapolda.

Dalam setiap tahapan pembangunan jalan tol, tak menutup kemungkinan terdapat pro kontra, dan itu hal yang biasa terjadi. Bahkan pro kontra dimulai sejak pembebasan lahan. “Tapi sejak awal sayapun sudah sampaikan pada Pemerintah Daerah (Pemda) agar bisa ikut berperan aktif, sehingga rekan kita yang membangun jalan tol tidak terhambat kerjanya,” pungkasnya. (151)