Pembebasan Jalan Tol Dimulai

KemenPUPR Serahkan  SK Penlok ke BPN

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) resmi menyerahkan peraturan gubernur (pergub) Bengkulu tentang penetapan lokasi (Penlok) pembangunan jalan tol tahap pertama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bengkulu. Ketua Tim Persiapan Pengadaan Lahan, Hamka Sabri MSi mengatakan, setelah diserahkannya penlok tersebut dari Kementerian PUPR maka, BPN sudah bisa memulai proses ganti untung kepada warga yang berdampak atas pembangunan jalan tol tahap pertama, dari Betungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. “Ya penloknya sudah diserahkan ke BPN, dari Kementerian PUPR,” terang Hamka kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (8/7).

Dijelaskannya, BPN memiliki kewenangan untuk melakukan pengukuran lahan warga yang akan dibebaskan. Dalam penilaian nantinya, besaran yang dibayar juga akan dinilai oleh tim dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). “Nanti akan ada proses lanjutan dalam melakukan pembebasan tersebut,” paparnya.

Dalam pembebasan lahan nantinya, BPN juga akan melibatkan semua unsur, khsusnya pemilik lahan. Tidak hanya dari warga yang terdampak pembangunan, pihak pemda dan camat serta kepala desa juga akan dilibatkan dalam melakukan pengukuran lahan. “Semua dilibatkan dalam pengukuran nantinya,” tambah Hamka.

Hamka yang juga Asisten I Setdaprov Bengkulu itu mengatakan, target selesainya pembebasan tersebut tergantung dari BPN sebagai koordinator pembebasan. Namun yang jelas, Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah telah menargetkan pada awal bulan Agustus mendatang, proses peletaan batu pertama pembangunan jalan tol sudah bisa dilaksanakan. “Rencananya presiden yang akan ground breaking, karena program itu masuk dalam program strategis nasional (PSN),” tegasnya.

Dalam rencana peletaan batu pertama itu, dirancang ada dua tempat yang memungkinkan bisa dilakukan. Pertama di lahan pemprov yang barada di Kantor Bakorluh yang ada di Desa Jumat Kabupaten Bengkulu Tengah dan alternatif kedua berada di pintu gerbang tol di Betungan. “Mudah-mudahan terget awalnya bisa kita capai,” tutur Hamka.

Seperti diketahui, pekerjaan fisik tahap pertama itu dari Betungan ke Taba Penanjung Kabupaten Benteng dengan jarak 17,6 kilometer. Kemudian tahap kedua, dari Taba Penanjung ke Kepahiang dengan jarak 23,7 kilometer.  Dalam pembangunan tahap kedua itu akan dilakukan bangun trowongan menembus bukit barisan. Terakhir tahap ketiga, pembanguan itu dari Kepahiang ke Lubuk Linggau dengan panjang 54,4 kilometer. (151)