Pembangunan Rel KA Dilanjutkan

DENDI -  Paripurna hanya dihadiri 19 anggota dewan. Tampak puluhan kursi yang kosong (6)BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan pembangunan rel kereta api Bengkulu- Muara Enim, dilanjutkan. Jika tidak ada kendala, hari (15/1) PT  Mandela dan konsorsium asal Korea selaku pihak ketiga yang membangun rel kereta api itu akan turun ke Bengkulu untuk melakukan survei jalan yang bakal dilalui kereta api tersebut.
“Tanggal 15 besok PT Mandela dan Konsorsium Korea ke Bengkulu. Mareka akan turun ke lapangan melihat daerah mana saja yang akan dilalui oleh rel kereta api itu,” ungkap Kepala Biro Ekonomi Pemprov, Ismed Lakoni SE saat menghadiri paripurna DPRD, Senin kemarin.
Ia menjelaskan, survei itu berkaitan pembebasan lahan. Karena pihak ketiga itu menargetkan, semua lahan yang dilalui rel kereta api sudah dibebaskan paling lambat akhir tahun ini.  “Anggaran pembangunan proyek besar bukan menggunakan APBN ataupun ABPD Provinsi Bengkulu, melainkan investasi murni dari PT Mandela,” terangnya.
Rel kereta yang dibangun itu mencapai 127 Km dengan jumlah anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 30 triliun. Rencananya rel pun akan dibangun dua jalur agar tidak terjadi tabratakan kereta api dari arah Bengkulu dengan kereta api dari arah Muara Enim.   “Teknis detailnya kami belum tahu, ini tergantung dengan pihak ketiga yang mengelolanya,” tutup Ismed.
Di bagian lain, pembangunan rel kereta api ini pu mendapat dukungan dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu, salah satunya fraksi Golkar, Budi Darmawansyah SE MSi.
Menurutnya, merupakan suatu hal yang sangat positif yang didukung oleh masyarakat Provinsi Bengkulu, karena dengan adanya pembangunan rel kereta api itu, secara otomatis akan membuka akses Provinsi Bengkulu dengan daerah lainnya, seperti Muara Enim dan daerah lainnya.
“Selama ini Bengkulu hanya daerah tujuan, dengan adanya kereta api itu, maka  akan berdampak baik terhadap kemajuan Bengkulu. Terlebih bila didukung dengan pelabuhan Pulau Baai yang memadadi, maka sudah dipastikan kemajuan Bengkulu kian berkembang pesat,” ujarnya menganalisa.
Kendati demikian, ia juga meminta pihak investor tidak merugikan masyarakat dengan adanya pembangunan rek kereta api tersebut. Hal ini berpedoman dengan ienvestor lainnya yang banyak merugikan masyarakat kecil, seperti pembebasan lahan yang tidak dibayar, dan kerugian lainnya.
“Kita berharap semuanya dapat berjalan lancar, pembangunan berlanjut dan masyarakat tidak dirugikan. Dengan kata lain, masyarakat dapat menikmati pembangunan tersebut,” jelasnya. (400)