Pembangunan Pasar Dikebut

Foto : Sek Disperindagkop dan UKM Benteng, Sri Yurdaniah MSi

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Pengerjaan proyek pembangunan pasar tradisional di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berpacu dengan waktu (dikebut,red).

Hal ini dilakukan agar proyek pasar tersebut bisa dituntaskan dalam waktu yang telah ditentukan, yakni sebelum tahun 2018 ini berakhir.

Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Benteng, Sri Yurdaniah SE MSi menjelaskan, pengerjaan proyek pasar ini memang sedikit terlambat jika dibandingkan dengan proyek lainnya di Kabupaten Benteng.

Dikatakan Sri, hal ini terjadi dikarenakan perbedaan sumber dana yang digunakan untuk mengerjakan proyek pasar. Dimana, proyek pasar dilakukan dengan menggunakan suntikan dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Perindag RI tahun 2018.

“Berbeda dengan proyek yang dikerjakan denggan menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), pembangunan dari DAK memang agak sedikit terlambat. Hal ini dikarenakan proses pencairan dana memang juga sedikit lebih lama,” ungkap Sri.

Meski demikian, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan semua pemborong agar bisa mengerjakan pembangunan sesuai dengan tempo waktu yang ditentukan.

“Pembangunan pasar memang dikebut. Akan tetapi, kami akan terus melakukan pengawasan agar semua bangunan sesuai dengan RAB dan gambar,” jelasnya.



Pada tahun 2018 ini, ungkap Sri, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Benteng telah mendapatkan kucuran dana sedikit lebih besar dibandingkan dengan tahun 2017, yakni sebesar Rp 5,52 miliar.

Dengan anggaran tersebut, Disperindagkop Kabupaten Benteng telah menentukan 5 (lima) pasar tradisional yang dianggap layak untuk mendapat perbaikan atau tambahan los baru.

“DAK akan disebar ke 5 bangunan pasar. Rinciannya, revitalisasi Pasar Desa Taba Penanjung, Pasar Talang Empat dan Pasar di Desa Talang Pauh. Serta tambahan los baru di Desa Sekayun Mudik dan Desa Ranah Kandis,” demikian Sri.(135)