Pembangunan Jembatan TAP BU dan Ringroad Nakau-Sebakul Segera Dilanjutkan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Hingga memasuki triwulan kedua, hanya 2 proyek besar yang sudah dialokasikan dalam APBD Provinsi tahun 2020 memiliki peluang untuk terealisasi. Hal itu diungkapkan Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi Bengkulu, Mursalun Lubis melalui Sekretaris, Oktin Elevan. Menurutnya, total yang masuk ke UKPBJ sebanyak 24 kegiatan.

“Dua kegiatan yang memiliki nilai anggaran lumayan besar tersebut merupakan proyek fisik, yakni pembangunan lanjutan jembatan Tanjung Agung Palik (TAP) Kabupaten Bengkulu Utara dengan harga perkiraan sendiri mencapai Rp 17,38 Miliar. Dimana sampai dengan saat ini masih dalam proses tender atau lelang. Beberapa waktu kedepan sudah ada pemenangnya,” ungkap Oktin, Selasa (9/6).

Sekretaris UKPBJ Provinsi Bengkulu Oktin Elevan

Yang kedua, lanjut Oktin, pembangunan pagar outter ringroad Simpang 4 Nakau-Air Sebakul yang harga perkiraan sendirinya berkisar Rp 5,92 Miliar, dan saat ini masih dalam persiapan proses lelang.

“Kalau bicara teknis pengerjaan dengan waktu yang tersisa, silakan saja koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yakni Dinas PUPR Provinsi,” kata Oktin.

Masih kata Oktin, dari 24 paket pekerjaan yang masuk pada pihaknya, 4 paket diantaranya telah dinyatakan gagal lelang dan tidak bakal direalisasikan tahun ini. Keempat paket itu yakni pengadaan mobil operasional pada Biro Umum, master plane kawasan Fatmawati, belanja pegawai peningkatan jalan danau, dan belanja sewa sarana mobilitas darat.

“Gagal lelang yang dimaksud salah satunya disebabkan karena realokasi dan refocusing APBD, yang anggarannya dialokasikan untuk pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda daerah kita. Tapi khusus paket pekerjaan belanja sewa sarana mobilitas darat untuk Calon Jemaah Haji (CJH), karena tidak adanya pemberangkatan CJH tahun ini,” terangnya.

Ditambahkan Oktin, untuk yang sudah ada pemenang lelangnya ada sebanyak 9 paket, masih dalam proses lelang 8 paket, persiapan 3 paket pekerjaan.

“Dari 24 paket pekerjaan yang dimaksud, total nilai harga perkiraan sendiri mencapai Rp 46,18 Miliar dengan total pagu anggaran berkisar Rp 49,31 Miliar yang kesemuanya bersumber dari APBD tahun ini,” tutup Oktin. (HBN)