Pembangunan Ekonomi Gagal

TUBEI, BE- Rapat paripurna pandangan umum anggota DPRD terhadap nota pengantar RAPBD 2012 kemarin digelar. Dalam pandangan umum tersebut sebanyak lima anggota dewan menyampaikan pandangan umumnya. Mereka adalah Ir Mayda Yanti, M Gustiadi SSos, Syahirwanto SSos, H Samsui Yusuf SH dan Drs Edi Sudiyanto. Mayda Yanti dalam pandangan Umumnya menilai jika sasaran pembangunan ekonomi di tahun 2011 gagal. Adapun sasaran pembangunan ekonomi yang ditetapkan tersebut yakni kegiatan di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Dikatakan Mayda, di bidang pertanian pada tahun 2011 yang lalu telah dibuat program tanam dan panen 2 kali. Program ini didanai dengan anggaran yang cukup besar. Namun program mengalami gagal. Kegagalan program in karena tidak konsistennya pemerintah daerah dengan jadwal tanam yang ditetapkan ditambah tidak adanya koordinasi yang baik antar pertanian dengan BP4K.¬†“Kami melihat dinas pertanian tetap memaksakan program berjalan meski tidak sesuai jadwal,¬†ditambah adanya iming-iming ganti rugi jika terjadi gagal panen sehingga sebagian petani melakukan turun tanam. Nah sekarang petani yang mengalami gagal panen tidak akan pernah menerima dana ganti rugi tersebut karena kementerian pertanian tidak pernah menerima data gagal panen dari pemerintah Kabupaten Lebong,” kata Mayda. Selain itu, saat ini di Lebong disinyalir masih banyak kelompok tani proposal yang terbentuk ketika ada sejumlah bantuan. Sedangkan petani sebenarnya malah tidak terdata. Sedangkan peranan BBI sampai saat ini masih belum dapat diharapkan menjadi pemasok bibit untuk mengembangkan perikanan di Kabupaten Lebong. “Untuk perbaikan terhadap kelompok tani ini, sampai sekarang kami belum melihat adanya penataan kelompok. Padahal BP4K telah berjanji melakukan penataan. Permasalahan kelompok tani ini sangat berkaitan dengan penyaluran pupuk. Terlambatnya penyaluran pupuk bersubsidi salah satunya karena keberadaan kelompok tani proposal ini,” ungkap politisi PKS itu.

Bahan Evaluasi
Menanggapi pandangan umum Anggota DPRD tersebut, Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP menyampaikan bahwa kegagalan tanam 2 kali akan dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun dan melaksanakan program tanam Padi 2 Kali pada areal tertentu dengan melakukan koordinasi dan kerjasama serta melibatkan semua pihak terutama sektor pertanian, perangkat desa dan petani. “Untuk permasalahan kelompok tani telah dilakukan evaluasi dan pembenahan sehingga ke depannya kelompok tani yang mendapatkan bantuan adalah kelompok tani yang benar-benar petani dan memiliki lahan,” jelasnya.¬†“Sedangkan untuk BBI, di tahun 2011 hanya tersedia 10 ekor indukan ikan emas dan 250 indukan ikan nila sehingga tidak seimbang dengan permintaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada tahun anggran 2012 melalui DAK Kementrian kelautan dan Perikanan telah mendapatkan anggran untuk pengadaan indukan ikan di BBI. Harapan kita dengan penambahan indukan ini BBI dapat memenuhi kebutuhan benih untuk masyrakat kabupaten Lebong,” papar Bupati. (777)