Pembangunan Bidang Kesehatan Belum Maksimal

Kepala Dinkes Benteng  menyampaikan pembangunan kesehatan belum maksimal dikarenakan suntikan DAK menurun, kemarin (26/2).
Kepala Dinkes Benteng menyampaikan pembangunan kesehatan belum maksimal dikarenakan suntikan DAK menurun, kemarin (26/2).

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu menggelar monitoring dan evaluasi program pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Senin (27/2).
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Benteng, H Dahril Mukminin SKM mengungkapkan bahwa pembangunan di bidang kesahatan memang belum maksimal.

Hal ini terlihat di beberapa potret infrastruktur yang ada, salah satunya adalah gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Benteng yang berlokasi di Desa Durian Demang, Kecamatan Karang Tinggi.

“Terkhusus RSUD Kabupaten Benteng, bisa dilihat sendiri. Gedungnya memang besar, namun isinya belum mencukupi kebutuhan. Baik itu alat-alat kesehatan (alkes) ataupun sarana dan prasarana pendukung lainnya,” beber Dahril.

Selain gedung RSUD, sambung Dahril, masih banyak sarana dan prasarana layanan kesehatan yang belum memadai. Seperti pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) ataupun pusat pelayanan terpadi (pustu).

“Dari hasil pendataan yang dilakukan di 20 Puskesmas yang ada, masih banyak bangunan Puskesmas dan Pustu yang mengalami rusak berat dan rusak ringan,” imbuhnya.

Lanjut Dahril, belum maksimalnya pembangunan bidang kesehatan disebabkan oleh faktor anggaran. Sebab, suntikan dana alokasi khusus (DAK) yang masuk di Kabupaten Benteng mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Pada tahun 2017 lalu, kucuran DAK untuk Dinkes Kabupaten Benteng sebesar Rp 40 miliar. Sedangkan pada tahun 2018 ini hanya sebesar Rp 7,5 miliar, itupun setelah ditambah dengan suntikan dana untuk RSUD Kabupaten Benteng,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Yankes dan SDK Dinkes Provinsi Bengkulu, drg H Edriwan Mansyur MM mengatakan bahwa monitoring perlu dilakukan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

“Kesempatan ini bisa dijadikan salah satu wadah untuk melakukan diskusi kepada seluruh Kepala Dinas, Kepala Puskesmas mengenai kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan. Ini bisa menjadi evaluasi bagi kami dalam menentukan langkah atau kebijakan untuk Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu,” kata Edriwan. (135)