Pembangunan Bandara Dikebut

IST/Bengkulu Ekspress
RAPAT: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Wakil Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi dan Yayasan Fatmawati serta pengelolah bandara melakukan rapat di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Kamis (10/1).

10 Agustus Patung Fatmawati Diresmikan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Rencana pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu terus dikebut. Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan tahun ini pengembangan bandara itu sudah bisa mulai dilakukan. Mengingat pengalihaan pengelolahaan bandara dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke PT Angkasa Pura II dalam waktu dekat sudah ada penetapan. Sehingga fasilitas penunjang menuju bandara internasional harus segera dilakukan pembangunannya.

“Dalam waktu dekat, putusan penetapan ke PT AP II itu sudah bisa dilakukan,” terang Rohidin kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (10/1).

Dijelaskannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dengan pengelola bandara sudah memfinalisasi rencana pengembangan bandara. Tahap pertama yang akan dikembangkan ialah perpanjangan landas pacu (runway) pesawat.

Lalu pelebaran ruang tunggu bandara untuk para penumpang. Termasuk penataan tempat parkir kendaraan. Mengingat saat ini tempat parkir bandara itu terlalu sembit, sehingga perlu dilakukan pelebaran.  “Ini sudah kita finalisasi untuk rencana pembangunannya,” tambahnya.



Tidak hanya itu, ruang tunggu VIP bandara yang merupakan aset pemprov juga akan diperbaharui. Ruang tunggu yang dikhususkan tamu-tamu penting daerah maupun pejabat negara itu akan didesain khusus.  Sehingga ruang VIP tersebut dapat memberikan warna dan kesan tersendiri bagi setiap tamu maupun pejabat tinggi yang datang. “Ruang VIP juga kita kembangkan lagi,” tuturnya.

Gubernur bersama Wakil Walikota serta pengurus Yayasan Fatawati di Jakarta yang melakukan rapat terbatas di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu juga membahas rencana pembangunan patung atau monumen Fatmawati di Bengkulu.

Patung ibu negara pertama itu telah difinalisasi untuk dibangun di persimpangan 5 Kota Bengkulu. Lokasi tersebut dianggap cocok untuk dibangun monumen Ibu Fatmawati, mengingat berada dipusat Kota Bengkulu. “Tadi sudah disepakati, pembangunannya di simpang 5 Kota Bengkulu,” ujar Rohidin.

Tidak hanya lokasi yang telah difinalisasi, namun persetujuan dari keluarga Ibu Fatmawati juga telah didapatkan. Sehingga dalam waktu dekat, pembangunan tersebut akan segera dilakukan. Sebab, Rohidin menarget, pada tanggal 10 Agustus 2019, monumen tersebut sudah bisa diresmikan. “10 Agustus sudah bisa kita resmikan oleh anaknya Ibu Megawati dan keluarga,” terangnya.

Pembangunan monumen Ibu negara pertama itu akan dibangun menggunakan anggaran dari Corporate Social Responsibility (CSR) Kementerian BUMN RI. Rencana awalnya monumen itu dibangun setinggi 4 meter akan mengabiskan biaya sebesar Rp 5 miliar.

Namun demikian, rancangan itu belum difinalkan, termasuk bahan apa yang dibangun dan posisi seperti apa patung Ibu Fatmawati yang akan dibangun.  “Anggaran pembangunnya dari CSR BUMN. Mudah-mudahaan dalam waktu dekat, pembangunan sudah bisa dilakukan,” tutup Rohidin. (151)