Pembangunan 3 Jembatan Ditunggu

ERICK/Bengkulu Ekspress
MASIH PENGERJAAN: Salah satu pembangunan jembatan yang masih dilakukan pengerjaan dan ditunggu hingga akhir bulan Januari 2019.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Dari total 8 jembatan yang pembangunannya tidak selesai tepat waktu, Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (Dinas PUPRP) Lebong memastikan hanya 3 pembangunan jembatan yang ditunggu hingga akhir bulan Januari 2019. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRP Lebong, Ferdinan Agustian ST melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dodi irawan ST mengatakan, bahwa untuk pembangunan 11 jembatan memang hanya ada 3 yang selesai tepat waktu.

“Pembangunan jembatan di Kelurahan Tanjung Agung dan jembatan gantung di Air Ketahun dan rehabilitasi jembatan Air Karat Desa Karang Dapo Atas,” jelasnya, kemarin (22/1).

Sementara 8 lagi kembali dikerjakan, memang dilakukan perpanjangan. Namun dalam pelaksanaan perpanjangan 3 jembatan sudah selesai pada bulan Desember 2018, sehingga dibayarkan dikurangi denda. “Pembangunan jembatan Bioa Bungai Desa Bungin, Jembatan Gantung Bioa Ngaai Semelako 1 dan rehabilitasi jembatan gantung Desa ujung Tanjung III,” sampainya.

Sisanya untuk 5 jembatan lagi dilanjutkan pengerjaannya hingga akhir bulan Januari 2019 ini. Dari 5 jembatan tersebut saat ini telah ada yang selesai dalam pengerjaannya. Yaitu pembangunan jembatan air Amen desa daneu dan jembatan gantung air ketahun Desa Bentangur yang sebelumnya sempat rusak karena lepas kabel sling.

“Namun untuk ke-5 pekerjaan jembatan semuanya kita berikan denda maksimal. Yaitu pengerjaan maksimal selama 50 hari kerja hingga akhir bulan Januari 2019 ini,” ucapnya.

Dengan demikian ada 3 jembatan lagi yang hingga saat ini masih dalam pengerjaan yaitu pembangunan jembatan Air uram menuju kantor Camat Uram Jaya, pembangunan jembatan gantung Desa Karang dapo Atas dan pembangunan jembatan gantung bioa tenong Air Dingin. “Itu yang masih kita tunggu pengerjaannya, jika nanti tidak selesai maka akan kita putus kontrak dan dimasukan ke dalam daftar black list,” tegas Dodi. (614)