Pembancok Propam Dalam Pengejaran, Satu Pelaku jadi Petunjuk

Ist/Bengkulu Ekspress Kapolres Bengkulu, AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK melihat kondisi Aiptu Jonidi Rumah Sakit Bhayangkara Jitra.
Ist/Bengkulu Ekspress Kapolres Bengkulu, AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK melihat kondisi Aiptu Jonidi Rumah Sakit Bhayangkara Jitra.

 

 

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum memerintahkan agar tiga pelaku pembacokan anggota Propam Polda Bengkulu Aiptu Joni Walker, warga jalan Kuala Lempuing Kecamatan Ratu Agung diburu sampai dapat.
Joni menjadi korban bacok saat hendak menangkap pelaku curanmor di rumahnya, Selasa (31/10 pukul 03.30 WIB.

“Saya sudah perintahkan anggota untuk kejar tiga pelaku tersebut karena yang satu pelaku sudah berhasil ditangkap,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kejadian seperti ini sangat mengerikan dan membahayakan nyawa anggotanya dan masyarakat Bengkulu lainnya. Sehingga pelaku Curanmor seperti ini harus segera diamankan dan dicari tahu tempat persembunyiannya.

“Anggota sudah bergerak yang mana langsung di bantu Polres Bengkulu dan tim Jatanras Reskrimum Polda Bengkulu pun ikut melakukan pengejaran nantinya,” jelasnya.

Sementara itu, Dir Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol A Rafik mengatakan, saat ini ketiga pelaku yang berhasil kabur akan segera diketahui keberadaannya karena identitas pelaku sudah dikantongi oleh anggota.

“Dalam waktu dekat ini pelaku segera kita bekuk karena identitasnya sudah kita kantongi, hanya saja sekarang ketiga pelaku masih bersembunyi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk sekarang kondisi Aiptu Joni Walker sudah stabil dan normal setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu namun emmang kondisinya masih lemah dan terbaring di kasur.

“Keadaanya baik-baik saja namun memang sedikit lemah karena banyak mengelurkan darah pada saat kejadian kerena luka bacok dikepala tersebut,” tutupnya.

Kronologis kejadian, empat orang pelaku menyatroni rumah Aiptu Joni mengincar sepeda motor yang terparkir didepan rumah. Belum sempat mencuri sepeda motor, istri Aiptu Joni mendengar ada suara dari teras rumah.

Kemudian memberitahu kepada Aiptu Joni jika ada pencuri hendak masuk ke dalam rumah. Aiptu Joni keluar dan berteriak ada pencuri, dia juga membawa senjata api kemudian memberikan tembakan peringatan. Hanya saja tembakan peringatan tidak dihiraukan ke empat pelaku.

Mereka malah menyerang Aiptu Joni menggunakan parang. Akibatnya Aiptu Joni menderita luka bacok di paha kanan, dahi dan kepala bagian belakang.

“Sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, tapi pelaku malah menyerang Aiptu Joni,” ujar Rustam Efendi tetangga Aiptu Joni.
Masih dikatakan Rustam, setelah menyerang Aiptu Joni keempat pelaku melarikan diri. Dua unit sepeda motor jenis matik yang digunakan keempat pelaku ditinggalkan masih dalam kondisi mesin sepeda motor masih hidup.

Warga yang mendengar suara keributan dan tembakan berhamburan keluar rumah melakukan pengepungan. Hasilnya satu orang pelaku berhasil ditangkap, sementara tiga lainnya berhasil melarikan diri.

“Satu orang pelaku tertangkap, badannya gemuk jadi tidak bisa lari. Ditangkapnya tidak jauh dari rumah Aiptu Joni,” imbuh Rahmat.

Hanafi, Ketua RT 12 menyebutkan, sebelum melakukan aksi pencurian empat orang pelaku sudah terlihat mondar-mandir disekitaran RT 12. Hanya saja, warga tidak menaruh curiga.

Hanafi tahu jika yang mondar-mandir adalah keempat pelaku berdasarkan dua unit sepeda motor yang ditinggal dan satu pelaku yang berhasil ditangkap. Ciri-cirinya sama persis. “Sekitar jam 12 malam empat pelaku ini sudah mondar-mandir. Satu pelaku yang ditangkap ciri-cirinya sama persis dengan yang dilihat saat masih mondar-mandir,” jelas Hanafi.

Identitas satu orang pelaku diketahui berinisial Ef (29) asal Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong. Pelaku Ef mendapatkan sejumlah luka lebam akibat dihajar massa. Saat ini pelaku Ef masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jitra dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.

“Berdasarkan KTPnya, pelaku tertangkap berinisial Ef warga Kota Padang, Rejang Lebong,” pungkas Hanafi.(167/529)