Pembagian Kios Sesuai Dagangan

PASAR MANNA, BE – Tudingan para pedagang kalau pembagian kios Pasar Ampera itu tidak adil, dibantah oleh pihak Dinas Koperindag BS.  Kepala Dinas Koperindag BS Drs Resmen Asnawi MAP melalui Kasi Perdagangan Melian Sufni SSos kepada BE, mengatakan, sebelum pembagian, pihaknya sudah sampaikan kepada para pedagang kalau mereka akan ditata sesuai dengan jenis dagangannya.

Menurutnya, penataan itu dilakukan sesuai dengan petunjuk dari Bupati BS H Reskan Effendi Awaludin SE untuk mengelompokan pedagang sesuai dengan jenis jualannya.

Hal itu dilakukan demi keindahan Pasar Ampera itu sendiri.  Sedangkan pernyataan pedagang yang siap untuk menggantikan jenis dagangannya asalkan ditempatkan sesuai dengan tempatnya berjualan terdahulu, dinilai tidak akan menyelesaikan masalah.

  Sebab sebelum pedagang itu ditempatkan ke kios tersebut, pihaknya sudah mendata para pedagang beserta jenis dagangannya.  Sehingga kalau para pedagang tetap ngotot ingin mengubah dagangannya, malah akan merugikan pedagang itu sendiri.

“Apa iya, mereka yang sudah berjualan sayuran bertahun-tahun hanya demi menempati kios terdepan harus mengganti jenis jualannya?  Malahan mereka akan rugi karena tidak menguasai sepenuhnya jenis jualannya,” ucapnya.

Sementara terkait informasi adanya kios yang mau dijual oleh koperasi dan juga adanya jatah pejabat tertentu terhadap pembagian kios tersebut, Melian Sufni enggan berkomentar.   Hanya saja kata dia, sepengetahuannya hal itu tidak pernah didengarnya.   ”Saya belum tahu kalau ada kios yang mau dijual atau milik pejabat, namun untuk pastinya tanyakan kepada kepala dinas saja,” terangnya.

Saat BE mencoba konfirmasi dengan Kepala Dinas Koperindag BS Drs Resmen Asnawi MAp, dirinya sedang tidak berada di kantor.  Menurut informasi staf yang ada di kantor tersebut, Kadis sedang ke Bengkulu bersama para Kabid untuk suatu kegiatan.

Demikian pula ketika BE mencoba menghubungi nomor handponenya, telepon tidak diangkat, dan SMS juga tidak dibalas.

Sebelumnya pada hari Senin (15/10), sekitar 10 pedagang mendatangi gedung DPRD BS untuk meminta dukungan.   Pasalnya para pedagang itu meminta agar pembagian kios diulang karena dinilai tidak sesuai perjanjian.   Sehingga mereka meminta agar kios itu diserahkan kepada pedagang yang sebelumnya menempati lokasi sebelum kios itu dibangun.

Malahan mereka mengancam akan menempati sendiri dengan membuka secara paksa gembok kios itu jika aspirasi mereka tidak ditanggapi.

“Kami hanya minta agar pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi kios itu sebelum dibangun untuk menempati kios tersebut.   Kalau tidak kami akan menempatinya dengan membuka gembok secara paksa,” ancam Yulian Kusnadi perwakilan para pedagang Ampera. (369)