Pembacok Polisi Terlibat Banyak Kasus Curanmor

ILUSTRASI
ILUSTRASI

BENGKULU, BENGKULU EKSPRESS – Jajaran Sat Reskrim Polres Bengkulu, terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus penganiayaan yang dialami Aiptu Joni Walker. Tiga orang terduga pelaku curanmor yang melakukan penganiayaan terhadap Aiptu Joni Walker merupakan pemain lama. Mereka diduga kuat terlibat banyak kasus curanmor yang terjadi di Kota Bengkulu.

Kapolres Bengkulu, AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Johan Andika SIK mengatakan, ”Kalau mereka terlibat pidana curanmor lain memang iya. Mereka itu pemain lama.” Sementara itu kondisi satu orang pelaku yang berhasil ditangkap sudah dipindahkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Jitra ke ruang tahanan Polres Bengkulu. Pemindahan tersebut berdasarkan rekomendasi dari dokter yang menyebutkan pelaku berinisial Ef warga Kabupaten Rejang Lebong tersebut sudah bisa dibawa ke rutan. Sejumlah pertimbangan lain kenapa pelaku Ef dipindahkan untuk melanjutkan pemeriksaan dan mencegah hal yang tidak diinginkan.”Tersangka yang diamankan kemarin sudah berada di Rutan Polres. Untuk saat ini dia terbukti yang melakukan penganiayaan terhadap Aiptu Joni Wolker,” imbuh Kasat Reskrim.

Seperti diketahui luka cukup parah akibat sabetan parang diderita Aiptu Joni Walker anggota Propam Polda Bengkulu saat berusaha menggagalkan aksi curanmor di rumahnya, Jalan Bayam 1 RT 12 Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu, Selasa (1/11) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. Tercatat ada empat orang pelaku yang menyatroni rumah Aiptu Joni mengincar sepeda motor yang terparkir di depan rumahnya. Belum sempat mencuri sepeda motor, isteri Aiptu Joni mendengar ada suara dari teras rumah. Isteri Aiptu Joni kemudian memberitahu kepada Aiptu Joni jika ada pencuri hendak masuk kedalam rumah. Aiptu Joni keluar dan berteriak ada pencuri, dia juga membawa senjata api kemudian memberikan tembakan peringatan. Hanya saja tembakan peringatan tidak dihiraukan ke empat pelaku. Mereka malah menyerang Aiptu Joni menggunakan parang. Akibatnya Aiptu Joni menderita luka bacok di paha kanan, dahi dan kepala bagian belakang. (167)