Pemanfaatan Pekarangan Terkendala Ternak

MUKOMUKO, BE – Program pemerintah mengajak memanfaatkan lahan pekarangan ditanami dengan tanaman yang bermanfaat, tampak belum berjalan dengan optimal. Pasalnya masyarakat masih banyak mengeluhkan kendala menjalankan program tersebut. Kendala utama adalah masih banyak berkeliarannya hewan ternak. “ Jangankan lahan pekarangan yang tidak dipugar. Saya menanam tanaman seperti sayuran , cabe yang telah dipugar pun dirusak hewan ternak,” tegas Warga Kota Mukomuko, Ferri kepada Bengkulu Ekspress kemarin. Dia menyampaikan beberapa bulan lalu mendapatkan bibit bantuan dari BP2KP Kabupaten, bibit yang diberi secara gratis itu telah ditanam dilahan pekarangan rumah. Hanya saja bukan hasil yang didapat, malah rugi. Sudah susah payah menanam, membeli pupuk, biaya pugar. Tanaman itu dirusak dan dimakan oleh hewan ternak. “ Jika mau menggalakan pemanfaataan lahan pekarangan. Yang utama itu tertibkan hewan ternak yang masih berkeliaran bebas,” pintanya. Kepala Badan Penyuluhan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten, Sukiman mengakui banyak masyarakat mengeluh dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Karena tanaman yang ditanam tidak menghasilkan akibat dirusak hewan ternak. “ Ada bibit yang kita berikan. Sejumlah warga lebih memilih menanam di kebun, bukan dilahan pekarangan. Karena untuk menghindari dari hewan ternak, ” katanya. Dia mengimbau kepada masyarakat desa/kelurahan agar melakukan musyawarah dalam melakukan penertiban hewan ternak. Karena dinilai lebih optimal, ditambah lagi jika desa menerapkan denda. Sehingga masyarakat yang punya hewan ternak tidak lagi melepaskan hewan peliharaannya. “ Meskipun perda penertiban hewan ternak ada, bisa kita lihat sendiri dilapangan tidak berjalan optimal. Alangkah baiknya masyarakat di desa yang melakukan penertiban yang melibatkan semua elemen yang ada di desa masing – masing,” sarannya. (900)