Pemalsuan Dokumen KTP dan KK

Eks Kadis Dukcapil
Berikan Kesaksian

KEPAHIANG, BE – Dugaan pemalsuan dokumen berupa KTP dan KK yang menimpa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kepahiang menyita perhatian sejumlah kalangan. Termasuk mantan Kadis Dukcapil Kepahiang Drs Iskandar Hamdani.
Kepada BE, Iskandar mengaku siap memberikan kesaksian jika memang dibutuhkan untuk memperjelas dugaan oknum PNS yang melarikan uang senilai Rp 928 juta dari salah satu bank swasta di Bengkulu. Sebab kasus tersebut terjadi tahun 2010, saat dirinya masih menjabat sebagai Kadis Dukcapil Kepahiang.
“Mengenai detail permasalahannya saya kurang begitu paham. Namun sudah ada kesaksian secara kelembagaan dari Dukcapil, yakni pak Suurdi sendiri yang ke Polda. Tapi, kalau keterangan saya juga dibutuhkan saya siap memberikan keterangan mengenai dokumen kependudukan itu,” kata Iskandar.
Dikatakannya, jika pemalsuan dokumen tersebut dilakukan pada tahun 2010, maka tandatangan yang dicatut pada dokumen kependudukan itu merupakan tandatangannya. Namun, setelah adanya pengecekan dari Dinas Dukcapil ternyata dokumen tersebut diduga palsu, karena tak ada nama PNS yang bersangkutan di server database Dukcapil.
“Kalau dari data Dukcapil memang nama oknum tersebut tidak masuk dalam server data base,” katanya.(505)