Pelindo Datangkan Kapal Halmahera

BENGKULU, BE – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Bengkulu membenarkan kondisi pelabuhan belum bisa dirapati kapal-kapal berbobot di atas 30 ribu ton. Bukan persoalan alur, namun dermaga yang dalam tahap perbaikan kedalamannya. Saat ini BUMN tersebut telah mendatangkan kapal keruk trailing suction hopper predger Halmahera milik PT Rukindo untuk mengeruk kolam pelabuhan.¬†Advisor Pengendalian Kinerja & PFSO Pelindo, Sabar Hariono mengungkapkan alur pelabuhan pada dasarnya didesain konstruksi bobot maximum kapal yang bisa masuk ke dalam pelabuhan 35 ribu ton. “Untuk sekarang kita sedang melakukan pengerukan kolam hingga minus 10. Soalnya kapal yang pada umumnya memiliki berat 35 ribu ton akan menekan ke air dengan kedalaman minus 10,” kata Sabar. Kapal Halmahera telah melakukan pengerukan kolam sejak 21 Januari dan akan beroperasi lebih kurang 1 bulan.”Mungkin karena sedang dilihat ada pengerukan sehingga jalur yang bisa dilewati kapal jadi terhalang,” ungkapnya. Lebih lanjut Sabar mengatakan kalau kedalaman untuk alur sendiri telah mencapai 2000 meter. Saat ini tinggal mengatasi kolam pelabuhan. “Saya kira untuk bagian alur belum ada masalah, sekarang sedang difokuskan ke kolam dalam pelabuhan saja,” ungkapnya.
Kapal pengeruk juga melihat kondisi dan bergantian dengan kapal muat bila kapal ekspor sedang berlabuh dan menempati lokasi yang seharusnya menjadi lokasi berikutnya untuk dikerukan oleh kapal keruk. “Sistem kerja kapal diatur dengan sebaik mungkin sehingga tidak mengganggu kapal ekspor yang sedang di dalam pelabuhan,” pungkasnya.¬†Di bagian lain 78 persen kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Pulau Baai didominasi komoditas batubara, sedangkan sisanya merupakan barang karet, kargo umum, dan muatan curah cair.(cw3)