Pelebaran Jalan Kapuas-Asahan Rp 14,5 Miliar

MEDI/BE Pelebaran Jalan Kapuas menuju Jalan Asahan, Padang Harapan, Kota Bengkulu dilanjutkan, kemarin (7/7).

BENGKULU, BE – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu kembali melanjutkan proyek pelebaran Jalan Kapuas Raya, Lingkar Barat. Pelebaran jalan ini dikerjakan oleh PT Rodateknindo Purajaya dengan anggaran Rp 14,5 milyar.

“Proyek itu sudah dikerjakan, alat-alat berat sudah masuk memperlebar sisi kiri dan kanan,” kata Plt Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Beni Irawan, kemarin.

Pelebaran jalan ini merupakan lanjutan tahun 2018 lalu yang hanya dikerjakan sekitar 1 Km yakni dari Simpang Empat Lingkar Barat hingga Jalan Kapuas depan SMA Carolus Bengkulu.

Maka dalam proyek lanjutan 2019 ini kembali ditambah hingga 1 Km dengan lebar sekitar 16 meter hingga Jalan Asahan atau depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu. Tak hanya itu, pelebaran jalan ini juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana, seperti lampu jalan, trotoar, dan drainase.

“Itu menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan diselesaikan hingga Desember nanti, mudah-mudahan selesai tepat waktu,” jelasnya.



Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota, Rozi Ismariadi ST mengatakan, dalam proyek tersebut tidak ada biaya ganti rugi kepada warga yang terkena imbas pelebaran jalan ini, sebelumnya pihaknya sudah mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat sehingga tidak terjadi gejolak saat pelaksanaan di lapangan.

“Sebelum proyek ini dimulai sudah kita sosialisasikan dengan tokoh masyarakat, lurah, camat setempat karena Garis Sepadan Pagar (GSP) tidak dikenakan ganti rugi, apalagi ini demi kepentingan bersama,” ungkap Rozi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Heri Ifzan SE mengharapkan agar proyek ini dikerjakan secara maksimal dan selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja. Jangan sampai pelebaran jalan yang sudah lama ditunggu masyarakat justru tertunda lagi akibat kurang maksimalnya pengerjaan oleh pihak kontraktor.

“Tentu kita sebagai DPRD yang memiliki fungsi pengawasan meminta agar proyek ini tidak dikerjakan asal-asalan, maka kita harapkan kontraktor harus profesional sehingga pengorbanan masyarakat yang bangunannya hancur tidak sia-sia,” tandas Heri. (805)