Pelayanan Pendidikan Bengkulu Masih Rendah

RIO-REMBUK PENDIDIKAN-WAMEN DIKNAS (48)Urutan 5 Terbawah

RATU SAMBAN, BE –  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menilai pelayanan pendidikan terhadap kepuasan konsumen di Provinsi Bengkulu ternyata masih sangat rendah. Ini disampaikan Wakil Mendikbud RI Bidang Pendidikan  Prof Dr Ir H Musliar Kasim dalam acara Rembuk Daerah Pendidikan 2012 yang dihadiri ratusan peserta  praktisi pendidikan, seluruh pejabat  bupati/walikota dan kadispendik kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, kemarin di Bengkulu.
“Pelayanan pendidikan  terhadap kepuasan penggan di Bengkulu masih rendah. Ini hasil studi   tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan pendidikan secara nasional. Studi  tingkat pelayanan pendidikan itu dibagi 2 yakni internal dan eksternal. Provinsi Bengkulu ini dari segi  kepuasan pelanggan terhadap layanan pendidikan  kalau tidak salah nomor 5 terbawah. Jadi masalah ini sangat perlu diperhatikan. Mudah-mudahan   dengan RDP  yang kita lakukan ini   pelayanan itu bisa kita tingkatkan, ” katanya.
Dalam kesempatan ini juga Musliar Kasim mengingatkan, bahwa  tidak ada negara atau daerah tanpa pendidikan yang bisa maju. Artinya  jika ingin memajukan daerah, maka pendidikanlah yang utama dimajukan terlebih dahulu.  Karena itu,  kata dia, dia selalu mendorong  Rektor Universitas Bengkulu untuk membuka fakultas kedokteran di Bengkulu.
“Tidak semua orang Bengkulu bisa diterima masuk di kedokteran yang masuk itupun melalui jalur undangan. Kedokteran ini  diharapkan menjadi cikal bakal majunya  pendidikan dan kesehatan di Bengkulu,” terangnya.
Selain itu, kata Musliar Kasim, tidak semua lulusan kedokteran yang telah lulus dari UI dan UGM yang mau ditugaskan di Bengkulu, kalau lulusan itu bukan orang Bengkulu. “Kalaupun ada pegawai tidak tetap (PTT) yang ditugaskan di Bengkulu, biasanya jika selesai PTT-nya. Mereka meminta izin untuk kembali ke tempat asal. Sebab itulah kenapa layanan kesehatan sangat erat dengan  layanan pendidikan,” tambahnya.
Lanjutnya, pendidikan juga sangat erat dengan pendapatan pertumbuhan ekonomi. Negara yang maju maka pertumbuhan pendidikannya juga maju. Lalu, lamanya pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan pribadi seseorang. “Pendapatan tamatan SMA dan tamatan D1 biasanya penghasilanya meningkat 7 persen  atau 10 persen daripada  mereka yang tidak bersekolah,” jelas Musliar.

Kualitas Pendidikan SD juga Rendah
Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd dalam sambutannya mengatakan, perkembangan pendidikan  di Bengkulu cukup menggembirakan. Namun, di sisi lain masih banyak kekurangannya. Contohnya di bidang PAUD. Anak usia sekolah dari 2-6 tahun  di desa serapannya rendah, karena banyak orang tua  yang belum mau menyekolahkan anaknya. Selain itu  kualitas guru PAUD dan SD juga masih rendah.
Selain itu, kata Junaidi, yang sangat dirasakan saat ini adalah masalah moral. Berdasarkan hasil tes urine terhadap 13 sampling anak-anak usia sekolah di Kota Bengkulu, sudah banyak menggunakan narkoba jenis ganja. Kemudian di Lapas sebagian besar  pengguna narkoba berusia di bawah 30 tahun. Lalu pergaulan bebas sesama pelajar dan kurangnya rasa hormat terhadap guru dan orang tua juga meningkat. “Dalam  pertemuan ini, kami sangat mengharapkan bantuan Mendikbud dalam kucuran APBN baik DAK atau dekosentrasi untuk mengejar ketertinggalan kami di daerah,” harap Junaidi.
Sementara Kadispendik Provinsi Bengkulu, Dr H Syafrudin AB SE MSi mengatakan, kegiatan RDP merupakan kegiatan yang sudah terprogram di Dispendik Provinsi  Bengkulu tahun anggaran  2012, dengan tujuan untuk mendiskusikan berbagai permasalahan  dan menyusun langkah langkah strategis ke depan. Sehingga pembangunan bidang pendidikan  pada jenjang PAUDni misalnya  Dikdas maupun Dikmen menjadi lebih terarah, terukur dan lebih baik dibanding tahun tahun sebelumnya.
“Isu penting yang akan dibahas melalui sidang-sidang komisi yang terdiri dari 4 komisi adalah tentang bagaimana meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan, bagaimana melakukan percepatan implementasi nilai nilai pendidikan karakter di sekolah, dan bagaimana mendorong peran berbagai pihak sehingga kebijakan Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau Wajar 12 tahun dapat berhasil di Provinsi Bengkulu,” jelasnya.
Pelaksanaan RDP tahun 2012 ini diawali dengan penandatanganan deklarasi komitmen kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) dan Dispendik Provinsi Bengkulu di hadapan wakil menteri untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan jenjang pra sekolah, Dikdas dan Dikmen. (247)