Pelayan Publik di Bengkulu Utara Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

APRIZAL/BE
Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua bagi pelayan publik dimulai, tampak Ketua PWI terpilih H Warsiman kembali menjalani vaksinasi dosis kedua di RSUD Arga Makmur, Selasa (23/3).

ARGA MAKMUR,bengkuluekspress.com – Pelaksanaan vaksinasi tahap dua untuk dosis kedua bagi pelayan publik di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) kembali dilaksanakan, Selasa (23/3). Dimana penyuntikan vaksin dosis kedua ini dijadwalkan selama 3 hari hingga tanggal 25 Maret 2021 mendatang. Sama seperti vaksinasi dosis pertama pelaksanaan vaksinasi tersebut berlangsung di Posko Sekretariat Satgas Covid-19, RSUD Arga Makmur, dan RS Hana Charitas yang sasarannya untuk 1.415 orang, baik itu ASN dilingkup Pemkab BU anggota DPRD,TNI-Polri, dan awak media.
Sekretaris Dinas Kesahatan (Dinkes) BU, Nova Hendriani SKM MM mengatakan, bahwa pelaksanaan vaksinasi dosis kedua ini sama seperti dosis pertama baik dari sasarannya dan tempat titik pelaksanaannya. Dirinya juga mengakui pelaksanaan vaksinasi dosis kedua hari pertama ini berjalan dengan baik. Dimana sesuai dengan telah dijadwalkan peserta yang menjalani vaksinasi dosis pertama telah menjalani vaksinasi dosis kedua ini.
“Ya, untuk pelkasanaan vaksinasi dosis kedua berjalan dengan baik dan lancar. Dimana untuk pelkasanaannya juga sama sepeeti vaksinasi dosis pertama kemarin,” kata Nova.

Nova menambahkan, sesuai dengan aturan dari kementrian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) Setelah usai pelaksanaan vaksinasi tahap dua ini. Pihaknya akan melaksanakan vaksinasi tahap selanjutnya dimana sasarannya akan diperuntukan para kelompok lanjut usia (Lansia). Dimana diakui Nova Kabupaten BU mendapatkan jatah vaksin untuk lansia sebanyak 1.700 orang. Untuk saat ini pihaknya masih menunggu kedatangan vaksin tersebut.
“Setelah ini, kita akan melanjutkan vaksinasi tahap selanjutnya bagi kelompok lansia. Untuk di BU sendiri kita mendapatkan kuoata sebnayak 1.700 orang,”tandasnya.(127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*