Pelatihan Batal, Perangkat Desa Kecewa

KOTA MANNA, BE – Puluhan perangkat desa yang tergabung dalam pengurus PNPM MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan) mengaku kecewa atas ulah pengurus PNPM MP Kabupaten BS. Pasalnya panitia pelatihan membatalkan kegiatan secara sepihak. Riloyo perangkat Desa Lubuk Ladung Kecamatan Kedurang Ilir bersama-teman temanhya yang lain saat ditemui BE di kantor BPMD kemarin mengatakan, kalau mereka sudah tidak percaya lagi dengan para pengurus PNPM. Pasalnya tanpa sepengetahuan mereka, para panitia sudah membatalkan acara pelatihan tersebut. “Kami ini sepertinya dipermainkan oleh pemerintah dalam hal ini panitia PNPM,” katanya dengan nada emosi. Menurutnya, kedatangan mereka ke kantor BPMD tersebut atas undangan panitia untuk mengikuti pelatihan rencana pembangunan pedesaan tahun 2012 yang jadwalnya tanggal 21 Maret 2012 pukul 70.30 WIB. Hanya saja saat mereka tiba, para panitia tidak ada. Menurut keterangan PNS yang ada di kantor tersebut kalau acara dibatalkan dan akan diagendakan pada masa-masa yang akan datang. Padahal kata dia, rombongan yang datang tersebut yang berasal dari Kecamatan Kedurang dan Kedurang Ilir jumlahnya sebanyak 40 orang. Dengan pembatalan sepihak itu mereka merasa dipermainkan, karena panitia tidak menyampaikan pemberitahuan jika ingin membatalkan acara tersebut. Dengan pembatalan itu, mereka sudah mengorbankan waktu dan dan biaya. Apalagi saat ini harga BBM sudah mencapai Rp 8 ribu perliter. “Jika mereka mengundang lagi, maka kami tidak akan datang. Sebab kami sudah dipermainkan, karena pembatalan ini tidak pernah diberitahukan kepada kami sebelumnya,” tandasnya. Hal yang sama dirasakan 40 orang perwakilan dari Kecamatan Ulu Manna. Misdi, Kades Simpang Pino mengaku kecewa atas sikap panitia PNPM yang tanpa pemberitahuan awal langsung membatalkan secara sepihak. Dengan pembatalan ini dia dan seluruh anggota panitia PNPM perwakilan Kecamatan Ulu Manna mendesak agar panitia memberikan ganti rugi atas pembatalan pelatihan tersebut. Sebab kata dia, mereka sudah korban waktu dan tenaga namun hasilnya sia-sia. “Jika pembatalan sepihak ini tidak diberikan ganti rugi, maka jika panitia akan melakukan pelatihan kembali pada masa yang akan datang, maka kami tidak akan datang lagi,” ancamnya. Sementara itu Kabid pmerintahan Desa dan Kelurahan Lukman Nulhakim AMd ketika dikonfirmasi mengatakan, kalau pembatalan tersebut disebabkan karena adanya acara studi banding panitia PNPM ke Demak. Namun dia membantah kalau pembatalan tersebut tidak pernah diberitahukan kepada peserta. Sebab pihaknya sudah memberitahukan pembatalan tersebut lewat SMS kepada petugas kecamatan. Sedangkan adanya tuntutan peserta yang meminta ganti rugi atas pembatalan pelatihan itu, dia belum bisa menjawabnya. Sebab semua itu akan dibicarakan dahulu kepada panitia inti yakni Yanuar SE selaku Kabid Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat. “Kami menunggu dahulu panitia pulang, baru kami musyawarahkan,” terangnya.(369)