Pelatih Tenis Lecehkan Pemain Binaannya

Para atlet tenis yang diduga menjadi korban pelecehan seksual sang pelatih mulai buka suara. Mereka mengaku diiming-imingi Deddy Prasetyo jika bersedia melayani nafsu birahinya.

“Dia juga janjikan kita didukung penuh sponsor dari Yonex, full equipment. Kalau kita enggak berhasil di tenis, enggak masuk peringkat dunia, dia janji akan tetap dukung kita,” ujar seorang korban, MA saat jumpa pers di Hotel Crowne Plaza, Sabtu (26/1).

Jika menolak keinginan Deddy, menurut MA, mereka akan mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berlatih. “Kalau kita menolak berhubungan intim dengan dia (Deddy), maka kita dicuekin di lapangan. Dianggap enggak berbakat,” ungkapnya.

Bahkan lebih parah lagi kata MA, sering kali mereka difitnah. “Kita enggak nurutin maunya dia, kita difitnah. Dibilang maling, omongan kita enggak didengar,” tuturnya.

“Kalau kita mau, dia bilang kita berbakat,” ujar MA yang sudah berlatih sejak tahun 2000 itu.

MA mengaku sudah mendengar tabiat buruk Deddy sejak lama. Namun, dia berusaha tak menggubris dengan tetap fokus berlatih. “Dulu saya cuekin, tapi ternyata kejadian beneran. Atlet senior pun banyak nanyain, udah diapain aja sama DP,” katanya.

Sedangkan korban EG pernah dijanjikan akan diorbitkan untuk mengikuti turnamen tenis internasional. “DP pernah janji kalau saya bisa masuk peringkat 300 dunia, dia akan bawa saya main ke Eropa. Tapi sampai saya peringkat 100 tetap enggak dibawa,” ujarnya.

Korban lain DL mengaku pertama kali dilecehkan pada 26 Agustus 2012 di mess yang juga rumah Deddy di Jalan Masjid Al Anwar Nomor 31, RT 9/1 Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Tiga atlet tenis Dl, EG dan MA yang diduga menjadi korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya salah seorang korban DL pada 27 Agustus 2012 juga sudah melapor ke Polres Jakarta Barat, tetapi kasusnya mangkrak.

“Pelaku bisa dijerat Pasal 2 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ujar kuasa hukum korban, Sunan Kalijaga.

Wartawan sudah berusaha menemui Deddy Prasetyo di kediamannya Kebon Jeruk. Namun, Yoga (17) yang tinggal bersamanya mengaku Deddy sudah tiga hari ke luar kota.

“Emang ada kasus apa ya, mas?” tanya Yoga, saat menemui wartawan di depan gerbang rumah Deddy. “Tapi saya enggak tahu, paman ada di mana,” imbuhnya. Rekan-rekan Deddy mengaku tidak percaya bahwa Deddy melakukan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan.(**)