Pelanggan PDAM Minta Sumur Bor Gratis

CURUP TENGAH, BE – Para pelanggan PDAM berharap pemerintah tidak memboroskan anggaran dengan membangun pipa-pipa baru PDAM, karena hal itu hanya akan menghabiskan anggaran tanpa pasti pelayanan PDAM akan semakin baik.  “Kami sarankan, lebih baik pemerintah membuat program sumur bor gratis saja, yang bisa dimanfaatkan beberapa keluarga.

Sumur tersebut dikelola langsung masyarakat, karena tidak semua warga mampu mengadakan sumur bor ini.” kata Iwan (35) warga Kelurahan Batu Galing.

Program tersebut, sambung Iwan, bisa disinergikan dengan program penghijauan yang saat ini tengah di galakkan pemerintah pusat dan daerah, serta penyediaan daerah resapan air yang baik.

“Upah pembuatan sumur bor rata-rata Rp 3,5 juta hingga Rp 8 juta tergantung kedalaman dan peralatan mesin yang digunakan. Kalau pemerintah mengalokasikan dana Rp 1 miliar, dengan biaya pemasangan sumur bor Rp 8 juta, maka akan bisa dibuat 125 sumur bor.

Satu sumur bor dimanfaatkan 5 kepala keluarga, maka akan ada 625 kepala keluarga yang akan terbantu dalam satu tahun anggaran, khususnya mereka yang lokasi tepat tinggal sulit air besih” terang Iwan.

Program tersebut, sambung Iwan, akan lebih bermanfaat jika warga harus berlangganan PDAM yang tidak jelas pelayanannya. Hal itu juga disampaikan Rusli (57) warga Kelurahan Batu Galing. Warga di jalan Beliti I, Beliti II, Ketahun dan Musi I Kelurahan Batu Galing, saat ini terpaksa mengantri air agar dapat memenuhi kehidupan sehari-hari mereka untuk mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya.

“Bayangkan saja, sejak kami menjadi resmi menjadi pelanggan PDAM tahun 1993, kami kurang menikmati aliran air PDAM, dan terakhir satu tahun ini air PAM macet total siang malam,” keluh Rusli.

Bahkan, sudah satu tahun lebih, warga Kelurahan Batu Galing tidak dapat menikmati pelayanan air bersih yang baik dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rejang Lebong. (999)