Pelaku Industri Pariwisata Diminta Waspadai Covid-19

IST

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pelaku industri pariwisata di Bengkulu diminta tetap mewaspadai pandemi Covid-19 pada masa new normal, mengingat belum berakhirnya wabah tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak timbulnya kluster baru khususnya di sektor pariwisata di daerah.

“Pelaku industri pariwisata seperti pengelola hotel, restoran, tempat wisata, kafe, klub malam, dan karaoke di Kota Bengkulu serta daerah Bengkulu lainnya agar disiplin menerapkan protokol kesehatan antisipasi Covid-19,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bengkulu, Sony Adnan, Selasa (30/6).

Menurutnya, pelaku usaha tetap harus tegas dalam menerapkan protokol kesehatan dalam melayani setiap pengunjung yang mulai ramai menginap di hotel, makan di restoran, dan menikmati hiburan.

“Jangan sampai di sektor industri pariwisata menjadi klaster baru penularan Covid-19 yang bisa mengganggu kegiatan operasional di masa normal baru produktif aman dari virus tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi normal baru diharapkan bisa dijaga bersama sehingga tidak terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 yang dapat mempengaruhi kembali aktivitas masyarakat dan usaha. Jika masa normal baru dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan bersama, lanjutnya, karyawan hotel, restoran dan industri pariwisata lainnya yang sekarang ini masih banyak yang dirumahkan bisa segera aktif semuanya bekerja seperti sebelum ada wabah virus korona.

“New normal ini bisa dijaga, dengan begitu karyawan yang sebelumnya dirumahkan bisa kembali bekerja,” jelasnya.

Ia mengatakan, belum semua karyawan masuk bekerja setelah dirumahkan sejak Maret 2020 karena pengunjung sepi dan adanya larangan orang luar daerah untuk masuk ke Bengkulu. Hal tersebut menyebabkan aktivitas perhotelan di daerah menjadi mati suri.

“Setelah dicabutnya kebijakan tersebut dan adanya penurunan kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Bengkulu lainnya, serta kegiatan masyarakat, ekonomi, dan lainnya mulai menyesuaikan dengan masa normal baru menjadi harapan dapat mendorong industri pariwisata bertahap bisa berjalan seperti biasanya,” tutupnya.(999)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*