Pelajar Tawuran, Guru Kritik Dispora

CURUP, BE  – Aksi tawuran antar pelajar yang marak terjadi di Kota Curup, sejak sebulan terakhir, sebenarnya bisa dihindari.  Yakni jika pelajar disibukkan dengan berbagai event ekstrakulikuler yang ada di masing-masing sekolah. Tentunya tetap diakomodir oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Rejang Lebong (RL) sebagai satuan kerja perangkat daerah yang membidangi kegiatan kepemudaan dan olahraga.  Hal itu disampaikan  Kepala SMKN I Curup, Drs Azhari kepada wartawan, Minggu (25/11).

Azhari menilai kurangnya event kegiatan di RL tersebut merupakan salah satu akar permasalahan yang menyebabkan naiknya tingkat kenakalan remaja yang terjadi akhir-akhir ini, seperti tawuran dan lain-lain.  “Sehingga kegiatan ekstrakulikuler yang digiatkan di sekolah-sekolah menjadi tidak bermuara karena tidak ada event sebagai ajang puncak dari kegiatan tersebut. Seperti, paduan suara, olahraga, kesenian dan kegiatan ajang karya tulis ilmiah,” ujar Azhari.

Padahal, lanjut Azhari, jika event kerap diadakan, maka para pelajar akan lebih mengaktifkan diri untuk mencapai prestasi di bidang-bidang positif tersebut. Ketimbang lebih mengutamakan pergaulan lingkungan yang negatif.  “Otomatis mereka tidak punya waktu untuk berkumpul dengan lingkungan yang negatif. Sebab, waktunya akan tersita untuk berkonsentrasi di suatu bidang kegiatan tertentu yang sesuai dengan bakat serta kemampuan yang dimiliki oleh nasing-masing pelajar,” ujar Azhari.

Ditambahkan Azhari, banyak segi positif yang ditimbulkan jika banyak event diselenggarakan bagi pelajar.  Seperti, siswa dapat menyalurkan bakat sesuai keinginannya di luar jam pelajaran sekolah.  “Tetapi sayangnya, event-event kegiatan bagi pelajar terbilang minim dilaksanakan di Rejang Lebong ini. Sehingga, pelajar saat di luar jam pelajaran sekolah lebih cenderung kumpul-kumpul yang berakhir dengan kericuhan,” tegas Azhari.

Hal senada  disampaikan oleh Kepala SMAN I Curup, Ridwan Edy SPd yang menjelaskan, di Bumei Pat Petulai bukan tidak ada event kegiatan bagi pelajar, hanya saja event yang dilaksanakan masih minim dan kurang kreatif dan inopatif.
“Tidak ada salahnya jika Dispora RL lebih aktif dalam mengadakan berbagai event kegiatan bagi pelajar. Sehingga, seluruh bakat serta kemampuan mereka dapat terakomodir semua, tentunya kegiatan yang positif,” tegas Ridwan.

Sementara Ketua PGRI RL, Drs Noprianto yang memandang kenakalan di tingkat remaja tidak hanya disebabkan oleh minimnya event kegiatan bagi pelajar dan pemuda di Rejang Lebong. Melainkan juga di sebabkan oleh dampat negatif kemajuan teknologi, seperti televisi dan internet.

“Kemajuan teknologi memberikan dampak yang positif dan negatif. Hal itu sangat memberikan pengaruh besar bagi para remaja. Tinggal bagaimana remaja melakukan pemilahan yang baik dan buruknya saja,” tegas Noprianto.
Dikonfirmasi, Minggu (25/11), Kepala Dispora RL, Drs Suardi Latief mengakui kurangnya even dan kegiatan bagi kalangan remaja, pemuda dan pelajar. Namun, hal itu disebabkan oleh minimnya dana yang dipercayakan kepada Dispora RL.
“Sebenarnya tahun lalu kami banyak mengajukan kegiatan event untuk dibahas di DPRD Rejang Lebong.  Tetapi sebagian besar dicoret saat pembahasan,” tegas Suardi.

Namun, lanjut Suardi, tahun anggaran 2013 mendatang, pihaknya akan berupaya penuh untuk mengakomodir event kegiatan tersebut. Tentunya didukung oleh KONI RL dan Pemerintah Daerah RL.  “Tahun depan, kami fokus untuk pengembangan Gedung Pemuda dan Olahraga (GOR) untuk dijadikan pusat kegiatan olahraga bagi pemuda, remaja serta pelajar RL,” ujar Suardi. (999)