Pelajar SMP Tewas Ditikam

pelajarMANNA, Bengkulu Ekspress – Miris melihat anak-anak remaja jaman sekarang. Pergaulan mereka sepertinya layaknya pria dewasa. Hal ini terlihat dari aksi perkelahian dua pelajar SMP, hingga menyebabkan salah satunya meregang nyawa.

Pelajar yang tewas tersebut atas nama Renaldi (14) pelajar SMPN 3 kelas VIII, warga Desa Jeranglah, Manna. Dirinya meninggal dunia setelah usai berkelahi dengan temannya sesama siswa SMPN 3 Bengkulu selatan yakni De (14) juga kelas VIII, warga Desa Padang Pandan, Manna. Hal itu lantaran dirinya ditikam menggunakan senjata tajam (sajam) jenis siwar oleh pelaku.

Informasi yang diterima di lapangan, kejadian perkelahian tersebut hingga menyebabkan korban tewas, Sabtu (28/) sekitar pukul 06.50 WIB di lapangan SMPN 3 Bengkulu selatan di kelurahan Kayu Kunyit, Manna. Diduga saat itu keduanya ribut lantaran rebutan pacar.

Kemudian saat berkelahi, pelaku memiliki sajam lalu menusuk korban. Akibat tusukan tersebut, korban bersimbah darah dan mengalami luka tusukan sebanyak 3 lubang yakni satu pada bagian dada sebelah kanan dan dua tusukan pada bagian punggung.

“ Korban ditusuk pelaku sepertinya karena rebutan pacar, kedua pelajar ini sama-sama siswa SMPN 3 Bengkulu selatan,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Mustafa (52) guru SMPN 3 Bengkulu selatan kepada penyidik Polsek Manna saat melapor menuturkan, saat tiba di SMPN 3 Bengkulu selatan sekitar pukul 07.00 WB, dirinya melihat siswa-siswi sedang ramai berkumpul. Kemudian diri nya mencari informasi menyebab siswa-siswi berkumpul. Kemudian diketahui ada siswa yang berkelahi.



Setelah itu, korban dibawah penjaga Sekolah, Tison ke rumah salah satu perawat terdekat, Medi. Setelah dirinya mendatangi rumah Medi, Medi mengatakan agar korban dibawa ke rumah sakit umum daerah hasanuddin damrah. Lalu korban dibawah ke rumah sakit umum. Hanya saja, setelah diperiksa secara intensif, petugas medis menyarankan agar korban dirujuk ke rumah sakit Bengkulu.

“ Saya tahu setelah terjadinya perkelahian, sebab saat datang ke sekolah siswa sudah ramai berkumpul,” ujarnya.

Kapolres Bengkulu selatan, AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kapolsek Manna, Iptu J Manurung SH mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi sekolah dan langsung mengamankan pelaku. Kemudian setelah mendapat informasi korban meninggal dunia, Sabtu (28/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB di rumah sakit M Yunus Bengkulu, kemudian pelaku kami titipkan ke sel Mapolres Bengkulu selatan, Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan sajam jenis siwar bergagang kayu dengan panjang 20 cm, satu lembar baju seragam sekolah milik korban berwarna coklat yang berlumuran darah dan 1 kaos kutana warga putih yang juga berlumuran darah.“ Korban meninggal saat dirawat di rumah sakit M Yunus Bengkulu dan sudah dikebumikan tadi (kemarin Red) di TPU desa setempat, sedangkan pelaku sudah diamankan di sel Polres Bengkulu Selatan untuk proses lebih lanjut,” terang Manurung. (369)