Pelajar Promosikan Bengkulu di NTB

Para pelajar kembali ke Bengkulu usai mengikuti program SMN di NTB selama 10 hari, Kamis (22/8).

Program Siswa Mengenal Nusantara

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setelah berada selama 10 hari di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 23 pelajar Bengkulu yang mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) tiba di Provinsi Bengkulu, kemarin (22/8). Salah satu peserta SMN, Aditya Nugra mengatakan, mereka telah melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan Bengkulu ke NTB. Mulai dari wisata hingga potensi alam yang dimiliki oleh bumi Rafflesia.

“Kita promosikan baik dalam sebuah pertemuan maupun saat berhadapan langsung dengan masyarakat di NTB,” terang Aditya kepada BE, kemarin (22/8).

Ia mengaku respon masyarakat terhadap Bengkulu cukup bagus. Bahkan masyarakat NTB juga banyak tahu Bengkulu. Sehingga para pelajar mudah untuk mempromosikan potensi Bengkulu. “Kami disambut dengan ramah dan masyarakatnya damai, serta pengen datang ke Bengkulu,” tambahnya.

Aditya mengatakan, banyak pelajaran yang didapatkan dari program BUMN itu. Mulai dari mengenal ragam budaya hingga potensi ekonomi di NTB. “Banyak pelajaran yang kami dapat. Tentu ilmu baru ini akan kami terapkan, baik dalam proses pelajar maupun di masyarakat,” ungkap Aditya.



 

Sementara itu, Ketua Kelompok Pendamping Siswa dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Ibrahim Daud mengatakan, 23 siswa yang berasal dari berbagai SMA di Bengkulu ini sudah mengikuti rangkaian kegiatan SMN sejak 12 Agustus lalu. Terhitung sudah hampir dua pekan mereka berada di NTB. “Alhamdulillah siswa kita ini semuanya kembali dengan sehat semua,” ujar Ibrahim.

Selama di NTB, peserta SMN ini mendapatkan berbagai pelatihan. Salah satunya pelatihan bela negara dari TNI. Pelatihan ini diberikan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Selain itu, peserta juga dibekali latihan fisik untuk meningkatkan kedisiplinan, dan diajak berkeliling menggunakan kapal perang KAL Belangos. Termasuk berkunjung ke pihak ASDP dan mendapat wawasan tentang kapal angkutan.

“Jadi mereka ini benar-benar mendapat banyak pengetahuan baru,” ujarnya.

Selain mengikuti pelatihan bela negara, peserta SMN ini juga diajak mengenal budaya dan adat istiadat NTB. Mereka bahkan diminta menginap selama satu malam di rumah warga Desa Sadei, Lombok Tengah.

Peserta SMN juga berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Para pelajar belajar tentang perekonomian masyarakat. “Kita berharap setelah kembali ke Bengkulu mereka ini bisa memberikan pengalamannya kepada siswa lain. Selain itu, mereka jadi termotivasi untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutup Ibrahim. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*