Pelajar Curi Kotak Amal Masjid

Jeffry/BE Dua pelajar (di tengah dan memegang kotak amal masjid) yang diamankan akinta terpergok mencuri kotak amal Masjid Nurussubah di kawasan Desa Sembayat.
Jeffry/BE Dua pelajar (di tengah dan memegang kotak amal masjid) yang diamankan akinta terpergok mencuri kotak amal Masjid Nurussubah di kawasan Desa Sembayat.

TAIS,Bengkulu Ekspress – Dua orang bersatus pelajar, sekitar pukul 03.00 WIB, kemarin (28/1), diamankan warga. Bo (18) dan Y0 (18) warga Kelurahan Puguk Kecamatan Seluma Utara. Keduanya diamankan saat kepergok mencuri kotak amal Masjid Murussubah di kawasan Desa Sembayat.

Data yang berhasil di himpun BE, aksi kedua pelajar itu dipergoki seorang kakek Sahirin (70) warga Sembayat. Saat itu saksi baru saja terbangun dari tidurnya dan mau buang air kecil. Saat keluar dia melihat ada sepeda motor berhenti di depan masjid. Sahiron pun curiga apa yang mau dilakukan dua remaja itu lalu mengintai mereka.

Kecurigaan si kakek bertambah saat seorang dari kedua pelajar itu turun dari motor menuju kotak amal di teras masjid dan berusaha membongkar kotak amal itu. Karena merasa kesulitan seorang remaja lainnya yang sebelumnya menunggu di motor akhirnya bergegas memasuki masjid pula.

Saat keduanya sedang berusaha membongkar kotak infak masjid itu, si kakek lalu menghampiri motor kedua remaja itu dan mengambil kunci motor yang masih terpasang di motor. Setelah itu si kakek menangkap kedua remaja itu seraya berteriak sehingga warga lain pun berdatangan.

“Barang bukti dan kedua tersangka sudah diamankan sesaat setelah kejadian setelah saksi melapor dan meyerahkan langsung kedua tersangka,” sampai Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK didampingi Paur Humas Ipda Agus kepada, BE kemarin (28/1).

Dijelaskan, guna penyidikan lebih lanjut, kedua tersangka yang masih berusia 18 tahun ini terlebih dahulu di mintai keterangan guna penyidikan lebih lanjut. Mereka diamankan bersama barang bukti motor dan kotak amal masjid yang dicuri. Setelah dihitung uamh yanga da dalam kotak amal itu berjumlah Rp 241 ribu.
“Kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (333)