Pelajar Bolos Dihukum Sujud Pada Orang Tua

RIZKY/Bengkulu Ekspress Salah satu siswa bersujud dihadapan orang tuanya disaksikan Kapolsek Teluk Segara Kompol Jauhari.
RIZKY/Bengkulu Ekspress Salah satu siswa bersujud dihadapan orang tuanya disaksikan Kapolsek Teluk Segara Kompol Jauhari.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sekitar 10 orang pelajar SMA dan 2 orang pelajar SMP di Kota Bengkulu, dihukum sujud dihadapan orang tua masing-masing, di Markas Polsek (Mapolsek) Teluk Segara kemarin (15/9). Mereka dihukum setelah tertangkap bolos sekolah oleh anggota Polsek Teluk Segara, Jum’at (15/9). Hukuman tersebut dirasa cara paling ampuh memberikan efek jera terhadap pelajar yang diduga sudah sering membolos dan merokok di salah warung tidak jauh dari Polsek Teluk Segara.

“Apabila mereka kedapatan membolos dan kemudian merokok lagi, rokoknya yang saya suruh makan. Ini sudah dapat izin dari orang tua mereka. Bahkan orang tua juga mengizinkan jika perlu mereka dikurung 2 atau 3 hari jika masih mengulangi perbuatannya,” jelas Kapolres Bengkulu, AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK melalui Kapolsek Teluk Segara Kompol Jauhari saat diwawancarai Bengkulu Ekspress.

Masih dikatakan Kapolsek, pelajar yang dibawa ke Polsek itu bermula saat Kepala Sekolah SMA curiga melihat anak-anak tersebut berkumpul di salah satu warung saat jam belajar. Saat ketahuan, anak-anak tersebut malah masuk ke rumah pemilik warung dan mengunci rumah.

Kepala sekolah kemudian menghubungi Polsek Teluk Segara mengambil tindakan. Tidak memerlukan waktu lama bagi anggota Polsek membawa belasan pelajar tersebut. Setelah dikumpulkan di Polsek, orang tua masing-masing pelajar kemudian dipanggil, pelajar diharuskan membuat surat pernyataan tidak membolos lagi.

“Kita kembalikan ke sekolah dan orang tua. Sebelum dikembalikan, orang tua sudah saya arahkan agar benar-benar mengawasi anak-anak mereka. Karena usia mereka ini tidak seharusnya digunakan hal yang tidak bermanfaat seperti ini,” imbuh Kapolsek.

Hukuman tersebut jelas mendapat apresiasi dari orang tua yang sengaja dikumpulkan di Polsek Teluk Segara. Bahkan orang tua memperbolehkan anaknya dimasukkan ke sel tahanan jika mereka terbukti ngelem atau mengkonsumsi minuman keras pada saat mereka bolos sekolah atau kembali mengulangi bolos sekolah.

“Tidak apa-apa bapak menasehati mereka dengan bahasa yang tegas seperti ini,” ujar salah seorang orang tua pelajar.

Tim dari Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, bakal membina pemilik warung yang dijadikan tempat bolos tersebut. Karena diketahui pemilik warung ternyata masih tercatat sebagai salah satu guru SD di Kota Bengkulu. Dinas Pendidikan Kota Bengkulu berharap agar warung tersebut ditutup.

“Nanti kita dari Disdik Kota coba membina yang bersangkutan. Jika bisa warung itu ditutup, selain tidak bermanfaat bagi pelajar, masyarakat juga terganggu lantaran banyak sekali pelajar yang kumpul di warung tersebut,” jelas Kabid Dikdas Kota Bengkulu Zainal Azmi.(167)