Pelajar Bengkulu Boyong Piala Robotik


Para pemenang lomba robotika tingkat nasional. Pada lomba yang digelar dalam Internasional Indonesia International Book Fair (IIBF) 2018,di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, 12-16 September 2018, berfoto bersama.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pelajar Bengkulu berhasil memboyong piala lomba robotika tingkat nasional. Pada lomba yang digelar dalam Indonesia International Book Fair (IIBF) 2018, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, 12-16 September.

Tim robotik Bengkulu dibawah binaan ROCI Bengkulu itu sedikitnya membawa 26 piala dari kategori berbeda. Mulai dari tingkat sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sekretaris ROCI Bengkulu Yeni Puspadewi SKom, mengucap rasa syukur, karena tim Begkulu telah berhasil berkompetisi dengan daerah lain dengan baik.

“Alhamdulillah tim dari Bengkulu dapat mengikuti lomba dengan baik dan penuh semangat. Mereka mampu bersaing dan sukses membawa piala dari berbagai kategori lomba robotik,” tutur Yeni saat diwawancarai BE.

Para pemenang itu antara lain, dari kategori SD kelas 1-3. Tim Bengkulu berhasil merebut enam piala untuk road challenge. Tim Bengkulu berhasil merebut dua juara, yaitu juara II diraih M Irvan Saki Shafaraz dari SD Islam Al Azhar 51 Kota Bengkulu dan juara III diraih Raffasyah Aksel Syahfudfi yang juga dari sekolah yang sama.

Kemudian kategori kinder mission, tim Bengkulu hanya berhasil meraih juara harapan 3, diraih Naufal Adelio Daeng Parani dan SDN 1 Kota Bengkulu, Noufal juga berhasil menjadi juara 2 kategori brick speed, kemudian juara harapan 2 diraih Muhammad Afdhal Alfarizi, juara harapan 3 diraih Melur Rahmadhani kesemuanya dari SDN 1 kota Bengkulu.

Selanjutnya kategori SD kelas 4-6 kelas Soccer Robot Bengkulu berhasil meraih juara 3 dari tim Azhar Rahmansyah dan Alif Wildan Oktaviano dari SDN 69 kota Bengkulu. Kelas Steam Mission meraih juara 3 atas nama Bintang Adrian dari SDN 1 Kota Bengkulu, harapan 1 diraih Nanda Syaikho Fadhil dan harapan 2 diraih Wiandra Rumamby. Keduanya dari SDN 69 kota Bengkulu.

Tidak hanya, medali juga disumbangkan pada kelas creative Design terbaik hasil karya Sekar Mutiara Bhuana, yang berhasil meraih juara I dan Fairyra Admira Setiawan meraih juara 2.

Kedua siswa itu dari SDN 69 Kota Bengkulu, juara harapan 1 masih diraih Bengkulu atas nama Harits Wicaksono Ar-Rasyid dari SDIT Hidayatullah Kota Bengkulu, serta harapan III diraih Aludra Fathiyah Rahman dari SDN 69 Kota Bengkulu.

Kelas Brick Speed Bengkulu berhasil menyabet dua medali yaitu juara I diraih nanda Syaikho Fadhil dari SDN 69 kota Bengkulu serta juara 2 diraih Harits Wicaksono Ar-Rasyid dari SDIT Hidayatullah kota Bengkulu.
Medali juga disumbangkan dari kategori SMA dan SMK (lihat grafis-red).

Kegiatan yang diselenggarakan IIBF secara rutin ini memacu para pelajar untuk berkarya diajang robotik, serta selalu berkreasi dalam aplikasi robotik. Perlombaan ini pun mampu menumbuhkan kompetensi yang sehat antar pelajar untuk mengembangkan sistem teknologi khususnya dibidang robotik.

Sebelum berkompetisi, kata Yeni, tentu persiapan dilakukan jauh-jauh hari. ROCI, kata Yeni, mengikuti beberapa cabang dalam berbagai perlombaan yang diadakan dilaur sekolah. Hal ini selain sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi untuk para siswa peserta ekskul.

Ucapan terima kasih juga disampaikan guru pembimbing sekolah terutama orang tua peserta yang telah mensupport anak-anaknya. Apresiasi juga disampaikan kepada Ketua ROCI Bengkulu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Prianggodo Heru K, Sarjana Ilmu Kepolisian (SIK), yang telah mensupport kegiatan Robotika di Bengkulu.



Hasil ini merupakan kerja keras semua pihak sehingga mendaptkan hasil yang luar biasa. Tim ROCI lakukan semua ini demi anak Bengkulu agar bisa menjadi anak yg kreatif dibidang teknologi, ” ungkapnya.

Ia berharap dengan prestasi yang terus ditorehkan para pelajar Bengkulu, mampu mengharumkan nama Bengkulu di kancah nasional, Yeni berharap kedepan para pemenang ini hendaknya mendapat suport dari pemerintah daerah Bengkulu, dengan begitu akan tumbuh para pelajar-pelajar yang mampu mengembangkan sistem teknologi melalui robotik ini. (247)