Pekerja Keras, Tiga Bulan Dilokasi Tambang

1Suara sirine mobil ambulan milik PMI Kabupaten Lebong sudah terdengar dari kejauhan. Keluarga dan warga Kelurahan Kampung Jawa telah menantikan kedatangan ambulance tersebut, untuk menyambut jenazah Muhdi (41) warga Kelurahan Kampung Jawa. Korban tanah longsor di areal tambang Lebong Tandai Kabupaten Bengkulu Utara Rabu (2/12) lalu. Tak ayal, isak tangis keluarga dan warga pun pecah saat jenazah diturunkan dari mobil ambulan PMI Kabupaten Lebong. Muhdi selama 3 bulan terakhir berada di Lebong Tandai. Selama ini dikenal sebagai sosok ayah pekerja keras. Setelah disalatkan, jenazah pun langsung dikebumikan di TPU Kelurahan Kampung Jawa.
Berikut Laporannya.

Dwi Nopiyanto, Kabupaten Lebong

Tepat pukul 17.00 WIB akhirnya jenazah korban atas nama Muhdi (41) warga Kelurahan Kampung Jawa tiba di rumah duka. Isak tangis dari keluarga dan warga pun pecah saat jenazah diturunkan dari mobil ambulan. Muhdi yang merupakan suami dari Suhenah dan satu orang anak ini sudah tiga bulan mencari nafkah di Lokasi tambang Lebong Tandai tersebut. Tak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga atas kepergian korban kehadapan sang illahi.

Dijelaskan, Mamat (42) salah satu warga bahwa korban diketahui sudah 3 bulan bersama rekan seprofesinya mencari sebongkah emas di lokasi tambang Lebong Tandai Kabupaten Bengkulu Utara tersebut. Keluarga pun baru mendapatkan informasi longsor tersebut dari rekan kerja korban Kamis (3/12) pagi lalu.

“Kami baru dapat kabar Kamis pagi kemarin, mendapatkan informasi itu beberapa keluarga langsung berangkat ke Lebong Tandai dengan menggunakan dua mobil,” kata Mamat.
Dilingkungan keluarga, Muhdi merupakan sosok ayah yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Sudah puluhan tahun korban menggeluti profesi sebagai penambang emas. Bahkan sudah beberapa lokasi tambang dimasukinya untuk mencari bongkahan emas yang tersimpan di dalam perut bumi. Diketahui, saat kejadian korban tidak sedang bekerja melainkan sedang beristirahat di pondok miliknya.

“Waktu kejadian korban tidak sedang bekerja, dia sedang dalam pondok. Kami bersama keluarga mohon do’a agar almarhum bisa diterima disisi Allah dan segala kesalahannya dapat diampuni,” ucap Mamat yang langsung mengantarkan jenazah ke pemakaman.(**)