Pedagang Tolak di Setia Negara, Inginkan Pasar Ramadhan di Bang Mego

Bengkulu
ARY/Bengkulu Ekspress Suasana hearing anggota DPRD Rejang Lebong berasama sejumlah pihak terkait, hearing dilakukan menyusul penolakan pedagang atas pelaksanaan pasar Ramadhan di lapangan Setia Negara.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Rencana Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk menggelar pasar Ramadhan di Lapangan Setia Negara mendapat penolakan pedagang. Hal tersebut disampaikan sejumlah perwakilan pedagang saat mendatangi DPRD Rejang Lebong Rabu (23/4) kemarin.

Penolakan yang dilakukan para pedagang tersebut bukan tanpa alasan. Dimana menurut para pedagang berkaca pada pelaksaan pasar Ramadhan yang dilaksanakan di lapangan SN pada tahun 2016 lalu sepi dari pembeli sehingga pedagang merugi.

“Kami sudah merasakan tahun kemarin, berjualan di Lapangan Setia Negara sangat sepi dari pembeli sehingga kami merugi,” sampai Gadis Safitri (42) salah satu pedagang saat hearing di DPRD Rejang Lebong.

Menurut Gadis, rencana Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk mengalihkan pasar takjil ke Lapangan SN yang juga sebagai upaya untuk menciptakan pusat kuliner di Kabupaten Rejang Lebong sangat bagus dan mendapat dukungan dari para pedagang di wilatah Curup, hanya saja ia mengharapkan, pemidahan para pedagang kaki lima ke wilayah itu hendaknya dilakukan setelah semua fasilitas penunjangnya telah dibangun.

“Kami meminta pemerintah menkaji ulang rencana pemi dahan pasar ramadhan atau pasar takjil,” harapnya.

Masih menurut Gadis, meskipun mereka digratiskan di Lapangan SN mereka tetap menolak, namun bila dilaksanakan di Pasar Bang Mego atau Pasar Atas mereka menyatakan siap untuk membayar dua kali lipat.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pegadang Pasar Atas dan Pasar Bang Mego, Amrizal menjelaskan  lokasi pasar Ramadhan atau Pasar Takjil yang strategis saat ini adalah pasar Bang Mego Curup, dimana di lokasi ini merupakan pusat keramaian pemgunjung ketika bulan Ramadhan, meskipun ia menyadari pasar Ramadhan di Pasar Bang Mego berada di badan jalan.

“Kalau masalah di Bang Mego berdagang di jalan, kan masih ada alternatif jalan lain, kemudian kami bedagang di jalan cuma 25 hari saja,” jelas Amrizal.

Di sisi lain, Kepala UPTD Pasar A Saupi menjelaskan, pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memindahkan pasar Ramadhan di Lapangan Setia Negara tak lain untuk memberikan rasa nyaman baik bagi pembeli maupun penjual sendiri. Bahkan tidak mengganggu masyarakat khususnya pengguna jalan.

Menurut Saupi pihaknya telah melakukann evaluasi dari penyelenggaraan tahun lalu sehingga pasar Ramadhan tahun ini menjadi ramai sehingga pedagang tidak merugi seperti yang dikeluhkan oleh para pedagang.

“Beberapa perubahan yang kita lakukan tahun ini yaitu biaya tenda yang lebih murah dan ada pangging hiburan dengan harapan bisa menarik pengunjung,” terang Saupi.

Dibagian lain, Anggota DPRD Rejang Lebong, Rudi Hermanto Nasution mengungkapkan twrkait dengan masalah pasar ramadhan ini pihaknya berpihak kepada para pedagang. Menurut Rudi, alasan penolakan yang disampaikan para pedagang tersebut masuk logika, sehingga DPRD Rejang Lebong berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengakomkdir keinginan para pedagang.

“Kami sepakat agar pedagang tetap berjualan di Bang Mego ataupun Pasar Atas, meakipun menutup jalan,” ungkap politisi PPP tersebut.

Menurut Rudi, DPRD Rejang Lebong menyutujui, karena bila alasan menutup jalan toh masih ada jalan alternatif lain, artinya tidak menjadi persoalan karena tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Rejang Lebong.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, meakipun hearing yang melibatkan sejumalh pihak terkait tersebut cukup alot dan memakan waktu yang cukup panjang, namun tidak ada keputusan yang diambil apakah pasar ramadhan masih dilapangan Setia Negara Curup atau dikembalikan ke Pasar Bang Mego dan Pasar Atas, karena masih menunggu petunjuk dari Bupati Rejang Lebong. (251)