Pedagang Tikam Tetangga Sendiri

ARY/Bengkulu Ekspress
Kapolsek Bermani Ulu saat menggelar konferensi pers terkait tindakan penganiayaan yang dilakukan pedagang dengan korbannya adalah tetangganya sendiri. Konferensi pers dilaksanakan di Mapolres Rejang Lebong, Selasa (29/10) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress– Le (31) pegadang warga Gang Sawah Lebar Desa Tebat Tenong Luar Kecamatan Bermani Ulu, tega menikam Misda Lisnova (34) yang merupakan tetangga sebelah rumahnya. Penganiayaan yang dilakukan oleh Le diduga dipicu oleh pertengkaran anak korban dan anak pelaku yang masih berumur 6 tahun.Akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku yang terjadi pada Minggu (27/10) kemarin, korban mengalami luka sayatan di bagian tangan kiri korban dan harus menerima jahitan. Korban sendiri dianiaya korban menggunakan pisau dapur.

“Untuk sementara motif penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban karena sehari sebelumnya anak korban dan pelaku sempat terjadi keributan,” sampai Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK melalui Kapolsek Bermani Ulu Ipda Singgih SH saat konfrensi pers di Mapolres Rejang Lebong Selasa (29/10) kemarin.

Dijelaskan Kapolsek, pasca terjadi keributan antara anak korban dan anak pelaku, pihak desa sudah berusaha mendamaikan. Hanya saja saat pihak desa akan mendamaikan pelaku tidak datang.Kemudian puncaknya pada Minggu pagi, antara korban dan pelaku terlibat cekcok mulut, saat itu pelaku yang tengah memegang pisau dapur langsung mendatangi rumah korban, saat itu pelaku yang sudah kalap langsung menyerang korban menggunakan pisau dapur yang ia bawa.

“Saat akan menusuk korban, korban berusaha menangkis menggunakan tangan sebelah kiri yang menyebabkan korban luka dan harus menerima beberapa jahitan,” papar Kapolsek.

Petugas yang menerima laporan penganiayaan tersebut langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku sedangkan korban dibawa keluarga ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan medis.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. Hanya saja menurut Kapolsek, tidak menutup kemungkinan kasus tersebut akan berkembang dengan laporan lainnya, karena saat kejadian ada anak korban yang berusaha melerai korban dan pelaku juga terkena pisau.

Disisi lain, berdasarkan pengakuan Le, ia tega menganiaya korban karena tersinggung atas ucapan korban yang mengatakan ia seorang pencuri. Tak terima dikatakan pencuri kemudian pelaku yang saat itu tengah membawa pisau untuk membantu tetangga lainnya yang akan melangsungkan hajatan mendatangi rumah korban.”saya membela diri pak, karena saat saya datang daya justru ditinju korban dan anaknya sehingga saya membalas dengan pisau,” aku korban.(251)