Pedagang Petasan Ditegur

IST/Bengkulu Ekspress.  Salah seorang jukir diamankan karena kedapatan menyewa lahan parkir kepada pedagang petasan di kawasan Pasar Panorama, kemarin (14/5/2018).
IST/Bengkulu Ekspress.  Salah seorang jukir diamankan karena kedapatan menyewa lahan parkir kepada pedagang petasan di kawasan Pasar Panorama, kemarin (14/5/2018).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menyambut bulan suci Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu mulai gencar menertibkan penjual petasan di beberapa tempat, kemarin (14/5/2018). Salah satunya di kawasan Pasar Panorama yang umumnya banyak menjual mainan serta petasan.

Dalam razia tersebut, Kepala Satpol PP Kota, Mitrul Ajemi SSos dan personelnya mendatangi para pengecer petasan dan mempertanyakan daya ledak petasan yang dijual. Namun, para penjual mengaku mengantongi izin yang dikeluarkan pihak distributor.

“Kita meninjau ke sejumlah pengecer petasan, dan menanyakan izin sekaligus mengimbau agar petasan yang sifatnya memiliki ledakan untuk tidak sembarangan dijual,” kata Mitrul.

Untuk kali ini, pihaknya belum melakukan penyitaan tetapi akan lebih mencari tahu izin-izin seperti apa yang dikeluarkan oleh distributor tersebut. Sehingga bisa menjadi dasar pihaknya untuk melakukan penyitaan jika memang barang-barang tersebut ilegal.

“Selanjutnya kita akan mendatangi sejumlah distributor untuk melihat dokumen perizinan yang dimaksud. Selama ini keberadaan petasan cukup meresahkan masyarakat, bahkan bisa menimbulkan celaka,” bebernya.

Meski belum ada tindakan khusus terhadap penjual petasan, namun pihaknya mendapatkan 2 orang juru parkir liar yang tidak mengantongi Surat Perintah Tugas (SPT) resmi yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) sekaligus tidak membawa KTP.

Terlebih lagi, jukir ini mengalihfungsikan lahan parkir sebagai tempat berjualan para pedagang petasan di pinggir jalan.

“Jelas tidak boleh, apalagi jelang bulan puasa ini para jukir membiarkan lahan parkirnya dijadikan lapak berjualan petasan. Dan tadi sudah kita minta pindah dan sekaligus kita amankan,” terangnya.

Nantinya para jukir liar ini akan diberikan pembinaan serta surat pernyataan, dan akan meminta kepada Dishub untuk ikut turun dalam menertibkan para jukir liar yang sengaja menyewakan lahan parkir untuk para pedagang musiman ini.

“Artinya menjaga ketertiban ini menjadi tugas kita bersama, apalagi selama bulan Ramadan ini, tentu harus diantisipasi semua hal-hal yang bisa memicu keresahan masyarakat,” pungkasnya. (805)