Pedagang Pasar Subuh Keluhkan Barukoto II

RUDI - Kondisi Lantai 2 Pasar Barukoto II pada siang hari. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi infrastruktur pasar ini.BENGKULU, BE – Eks pedagang kaki lima (PKL) Pasar Subuh mengeluhkan kondisi infrastruktur Pasar Barukoto II yang berada di tingkat dua.  Bagi mereka, kondisi tersebut cukup menyulitkan mereka dalam mengangkut barang-barang dagangan.
Salah seorang pedagang yang menjual kebutuhan barang-barang dapur, Fatimah, mengaku tidak semua barang-barang yang dia miliki terangkat ke Lantai 2 Pasar Barukoto II yang menjadi tempat relokasi PKL Pasar Subuh.  “Sebagian besar saya tinggal di rumah. Tidak semua terangkut. Kalau di Pasar Subuh kemarin kan tidak perlu naik tangga dan tukang angkut segala. Mana saya mengangkutnya sendiri,” katanya saat dijumpai di Pasar Barukoto II, kemarin.
Disamping masalah infrastruktur bangunan, ia juga mengeluhkan kecilnya alokasi tempat yang disediakan bagi dia berjualan. Bila ingin menampung semua dagagannya, Fatimah bilang, ia membutuhkan 2 sampai 3 petak lokasi berjualan. “Tapi mau bagaimana lagi. Ini kan sudah keputusan pemerintah. Kami hanya nurut saja,” paparnya.
Senada disampaikan Ahmad, salah seorang penjual sayur mayur, ia merasa kesulitan untuk menaikkan dagangannya ke lantai 2 Pasar Barukoto.  Pada sarana jalan motor yang bisa ditempuh untuk naik ke lantai 2, ia mengaku pernah tergelicir sekali.
“Jalannya terlalu mendaki. Sekali sudah saya terpeleset di sana,” ujarnya.
Ia juga menilai sarana dan prasarana transportasi umum menuju ke pasar tersebut masih kurang. Sehingga bila tidak ada rombongan dari pemerintah yang datang membeli, pendapatan para pedagang di sana sangat jauh perbandingannya dengan ketika mereka berjualan di Pasar Subuh.
“Dulu saya bawa dua karung ini sehari habis. Sekarang sudah 3 hari belum juga habis-habis,” tukasnya.
Mendengar keluh kesah ini, Asisten II Setda Kota Drs H Fachrudin Siregar MM mengutarakan, pemerintah akan senantiasa melakukan evaluasi di Pasar Barukoto II. Ditegaskannya, pihak pemerintah kota sangat terbuka terhadap semua masukan yang ada.
“Yang terlalu tinggi akan kita buat melandai. Jalur angkut juga akan kita perbanyak. Kita terus melakukan evaluasi agar bagaimana pasar ini bisa ramai dan pedagang dapat berjualan dengan mudah,” bebernya.
Di bagian lain, anggota DPRD Kota Sofyan Hardi menandaskan, pemerintah harus berkomitmen untuk mengembalikan PKL Pasar Subuh ketempatnya semula bila dalam tiga bulan dagangan PKL di Barukoto II sepi dari pembeli.  “Kriterianya tentu mereka harus punya penghasilan yang sama dengan apa yang mereka dapatkan saat berjualan di Pasar Subuh,” ujarnya. (009)