Pedagang Pasar Harus Taati Protokol Kesehatan

RIO/BE
RAPID TEST: Tim Gugus Tugas Percepatan penangganan Covid-19 Dinkes Kota Bengkulu melakukan rapid tes 100 orang pelaku usaha (penjahit dan pedagang) Pasar Panorama pasca keluarnya hasil tracking terhadap satu keluarga positif covid-19 yang merupakan pelaku usaha di pasar Panorama, Senin (22/6).

Hasil Rapid Test 7 PKL Reaktif

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Belum lama ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menemukan 3 orang diduga tertular Covid-19 dari pasar tradisional di daerah. Menanggapi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi mengimbau kepada para pedagang dan pengunjung pasar tradisional, toko bahkan pedagang kaki lima (PKL) untuk mentaati protokol kesehatan. Hal itu dilakukan agar tidak muncul klaster baru di pasar tradisional yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu.

Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu, H Lierwan SE mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada seluruh petugas di pasar tradisional, maupun petugas gabungan dari TNI-POLRI dan Satpol-PP untuk menegur pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker atau menerapkan physical distancing. “Kita sudah koordinasi dengan banyak pihak untuk menegur pedagang di pasar tradisional yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” kata Lierwan, kemarin (22/6).

Menurutnya, dengan begitu, diharapkan bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk berpola hidup sehat dan bersih agar tidak menimbulkan Klaster baru di Bengkulu. Apalagi sudah ada 9 orang meninggal akibat Covid-19 di Bengkulu, dimana 2 diantaranya diduga tertular di pasar tradisional.

“Untuk mencegah hal serupa kembali terjadi, makanya kita terus edukasi masyarakat agar selalu berpola hidup sehat dan bersih serta selalu pakai masker,” ujarnya.

Ia mengaku, pencegahan Covid-19 tidak hanya dengan memakai masker saja, akan tetapi juga dibutuhkan sarana dan prasarana protokol kesehatan seperti seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Akan tetapi sarana dan prasarana tersebut hingga saat ini masih belum mencukupi. Oleh sebab itu, Ia berharap, masyarakat dapat menyediakannya sendiri.

“Kami berharap sarana dan prasarana seperi tempat cuci tangan dan hand sanitizer bisa disediakan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes mengatakan, ada dua orang merupakan pasangan suami istri yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Bengkulu yaitu kasus nomor 104 dan 112. Dimana keduanya meninggal pada 17 April 2020 dan 21 Juni 2020. Mereka diduga tertular Covid-19 dari pasar tradisional di Kota Bengkulu.

“Saat ini tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Provinsi Bengkulu saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap siapa-siapa yang pernah kontak mereka,” kata Herwan.

Sementara itu, sebanyak 7 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar Panorama reaktif covid-19. Hal ini terungkap dari hasil rapid test massal yang dilakukan Puskesmas Jembatan Kecil, kemarin (22/6). Dengan hasil tersebut pedagang ini menjadi status Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan disuruh pulang ke rumah untuk melakukan isolasi mandiri.

” Untuk yang reaktif akan kami awasi, dan sudah kami berikan edukasi dan untuk tetap tenang jangan panik,” ujar
Kepala puskesmas jembatan kecil, drg Ayu Silvia yang memimpin rapid test tersebut.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa besok (hari ini) pihaknya akan kembali menemui langsung dirumah pedagang yang reaktif tersebut untuk dilakukan pengambilan Swab test, agar mengetahui secara kongkrit apakah positif covid-19 atau tidak. “Besok kita akan datang ke rumahnya untuk dilakukan swab test,” tuturnya.

Secara detil dr Ayu tidak bisa menyebutkan alamat rumah pedagang tersebut, tetapi diketahui pedagang itu tinggal di kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati yang hampir setiap hari beraktifitas di pasar panorama. “Selain diawasi, kita juga koordinasi bersama tim gugus tugas kota terkait penanganan selanjutnya jika hasil swabnya nanti diketahui positif,” ungkapnya.

Perlu diketahui, kegiatan rapid test massal yang dilakukan puskesmas Jembatan Kecil ini untuk menelusuri riwayat/tracking terhadap satu keluarga yang positif covid beberapa waktu lalu. Karena satu keluarga tersebut juga bedagang di pasar panorama, sehingga ada potensi penyebaran covid-19 di dalam pasar panorama tersebut.

” Pihak keluarga positif covid itu juga sudah kami hubungi siapa-siapa saja dia berkontak, dan langsung kami rapid test,” beber Ayu.

Pemeriksaan rapid test di pasar panorama ini akan terus berlanjut karena ditargetkan 100 orang yang akan dirapid, dan baru sekitar 40 orang.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan rapid test kepada tetangga kiri kanan depan belakang korban covid tersebut hingga beberapa orang terdekat lainnya yang pernah kontak, jika ada yang reaktif/positif bisa cepat diantisipasi sesuai SOP kesehatan sebelum terjadi penularan semakin parah.

” Selasa atau Rabu kami juga akan lakukan rapid test di dekat rumah pasien yang positif itu, agar cepat diketahui apakah ada tanda dan gejala,” pungkas Ayu. (805)