Pedagang Panorama Direlokasi

MEDI/BE
Wakil Wali Kota bersama kepala OPD saat melakukan rapat koordinasi terkait rencana relokasi pedagang Pasar Panorama, kemarin.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan Jumat mendatang sepanjang Jalan Kedondong dan Jalan Belimbing, Panorama akan bersih dari para pedagang. Ratusan pedagang dipastikan akan menempati auning dan pelataran baru yang telah disiapkan di dalam Pasar Panorama. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dihadiri kepala Disperindag, Satpol PP, Dishub, DLH, Dinas PUPR dan PBK dengan Wakil Wali Kota Bengkulu, Fedy Wahyudi,kemarin (27/1).

“Jumat kita bersama tim yang telah dibentuk akan relokasi pedagang, dan ini akan jadi sejarah Pasar Panorama bisa tertib dan rapi, maka kami mohon dukungannya,” ujar Dedy Wahyudi.

Untuk mengawali rencana tersebut, besok (hari ini) Pemkot akan melakukan sosialisasi ke pedagang, terutama memastikan tempat-tempat berjualan yang sudah didata sebelumnya, sekaligus membantu proses pemindahan lapak pedagang tersebut jika pedagang bersangkutan langsung berkenan untuk pindah. “Penertiban ini juga berlaku untuk malam, kita batasi maksimal pada pukul 19.00 WIB malam semua sudah clear. Jadi mimpi kita ketika lewat disana tidak ada lagi pedagang disisi kiri dan kanan jalan,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi itu, Dedy menekankan kepada ASN yang bertugas untuk kerja cepat sesuai tugas masing-masing, sehingga tidak ada kata molor lagi dalam proses relokasi dan penataan pedagang ini. “Biasakan kerja itu pakai target, karena kalau tidak, pasti akan molor dan molor. Data betul karena ini sudah hampir dua bulan. Per Kamis depan pedagang sudah tahu los-losnya masing-asing dan Jumat ASN akan membantu kepindahan pedagang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Disperindag Kota Bengkulu, Roni Bambang menjelaskan pihaknya telah menyiapkan data-data dan memetakan lapak pedagang sesuai dengan nama dan jenis dagangannya masing-masing.
“Pedagang ikan harus satu tempat, dan tempat itu kita perbaiki, begitu juga pedagang ayam dan daging,” kata Roni.
Jumlah pedagang yang bakal direlokasi sekitar 800 orang, namun setelah diverifikasi banyak pedagang dari luar daerah Kota Bengkulu. Sehingga, pedagang luar daerah ini akan dilarang berjualan di pasar karena pasar hanya dikhususkan untuk pedagang yang dari Kota Bengkulu saja.

“Jadi mereka itu kalau membawa barang dagangan, maka disarankan tidak menjual langsung, artinya mereka opor ke pengecer atau pedagang tetap,” bebernya.

Jika nantinya masih ada pedagang dari luar daerah yang berani berjualan di badan jalan maka pihaknya mengharapkan ada tindakan dari Satpol PP kota yang memiliki wewenang untuk melakukan penertiban. “Pedagang dari luar daerah ini masih kita toleransi jualan di malam hari, tapi tidak habis mereka langsung jualan pagi, kalau belum habis juga mereka lanjut sampai siang hari. Jadi kedepannya, pedagang itu harus berjualan didalam pasar,” pungkasnya. (805)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*