Pedagang “Batam” Datangi Pemkot

BENGKULU, BE – Jika tak ada aral melintang, pagi ini puluhan  pedagang pakaian Batam Pasar Panorama Kota Bengkulu, akan mendatangi kantor walikota.  Kedatangan mereka ini terkait persoalan banjir di lokasi berjualan mereka, yang  hingga saat ini belum teratasi. Para pedagang ini akan menuntut ganti rugi karena mereka banyak mengalami kerugian akibat banjir dikawasan tersebut beberapa waktu lalu.

“Besok pagi kami mendatangi kantor walikota, kami akan meminta kejelasan terkait lokasi berdagang kami terus digenangi banjir ketika hujan turun,” kata koordinator pedagang pakain Batam, Ginting (50), kemarin.

Ia mengungkapkan pada saat banjir beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengajukan bantuan kepada Disperindag kota untuk menggali siring yang tertutup akibat pembangunan revitalisasi Pasar Percontohan Nasional (PPN) Panorama tahap II oleh kontraktor, dan pihak Disperidag pun berjanji akan mengakomodir permintaan pedagang tersebut,  namun hingga saat ini, janji itu tak kunjung direalisasikan sehingga membuat pedagang meradang.

“Waktu Walikota sidak kami  juga meminta agar pemerintah mendesak kontraktor untuk menggali siring yang tertutup itu, tapi sampai sekarang belum juga dikerjakan, sehingga kami terus kebanjiran bila hujan turun meskipun hujan itu hanya sebentar dan tidak deras,” terangnya.

Ginting mengaku bila hujan turun dengan intensitas sedang sekitar 30 menit, auning 27 pedagang Batam itu semuanya terendam dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa, karena semua air dalam pasar akan mengalir ke siring pembuangan tersebut, dan tergenang hingga meluap sehingga semua barang dagangannya basah akibat tidak ada tempat penyimpanan barang.

“Kami juga mendesak agar pembangunan revitalisasi tahap II itu bisa dipercepat , agar kami bisa pindah kedalam pasar sehingga terbebas dari banjir,” pintanya.

Senada juga disampaikan pedagang Batam lainnya, Sukirno (48). Ia mengancam akan menggelar  menggelar aksi di kantor Walikota bila tuntutan permintaan dan tuntutan mereka  tidak digubris oleh pemerintah.
“Bila tuntutan kami tidak penuhi, tidak menutup kemungkinan kami akan gelar aksi,” ancamnya.
Sebelumnya, Asisten II Pemkot Drs H Fachrudin Siregar MM mengaku ia telah memanggil kontraktor yang mengerjakan revitalisasi PPN tahap II tersebut, dan kontraktor itu pun langsung menghadap ke Caretaker Walikota.

“Sudah, saya sudah memanggil kontraktornya dan pihak kontraktor itu langsung menghadap ke pak Walikota. Intinya mereka bersedia menggali siring yang tertutup tersebut dan akan dikerjakan dalam waktu dekat ini,” terangnya.(400)