Pecundangi Arsenal, Schalke ke Puncak Grup B

Melempem, tim meriam London Arsenal ditundukkan tim tamu di rumahnya sendiri, Emirates Stadium, Rabu (24/10).  Schalke yang tampil gemilang dengan keunggulan 2-0, memaksa Arsenal turun takhta Grup B. Schalke memuncaki Grup B dengan point 7, unggul 1 point dibanding Arsenal yang baru menggumpulkan 6 point.

Schalke unggul melalui Klaas-Jan Huntelaar pada menit ke-76. Dalam kemelut di kotak penalti, Ibrahim Afellay menyundul bola ke jalur lari Huntellar. Dari tengah kotak penalti, Huntelaar menyepak bola masuk ke tengah gawang Vito Mannone.

Empat menit kemudian, gilran Afellay menggetarkan gawang Arsenal.  Tanpa pengawalan berarti, ia melesakkan bola kiriman Jefferson Farfan ke tengah gawang Arsenal dengan tembakan kaki kiri dari jarak dekat.

Arsenal memulai permainan dengan cukup baik. Nyaris tanpa terancam, mereka mendominasi pertandingan selama 20 menit pertama. Namun, mereka kesulitan mengalirkan hingga tuntas. Selama periode itu, mereka cuma menciptakan satu peluang melalui Gervinho pada menit ke-9. Namun, tembakan yang dilepaskan dari tengah kotak penalti itu meleset ke sisi kanan gawang.

Selepas menit ke-20, Schalke tampak berusaha menekan balik tuan rumah. Namun, usaha yang dimulai Ibrahim Afellay dan Jefferson Farfan itu bisa dipatahkan dan Arsenal kembali mengendalikan keadaan.

Schalke bereaksi cepat menutup jantung pertahanan. Arsenal berusaha membuka ruang dengan tembakan-tembakan jarak jauh, tetapi tak cukup ampuh.

Pada menit ke-25 dan ke-27, misalnya, Thomas Vermaelen dan Santi Cazorla bergantian melepaskan tembakan jarak jauh. Sementara tembakan Vermaelen diblok Benedikt Howedes, tembakan Cazorla tak menemui sasaran.

Di tengah tekanan itu, Schalke beberapa kali mencuri kesempatan melancarkan serangan. Setelah usaha pertama dipatahkan Vermaelen pada menit ke-30, Schalke melancarkan serangan pada menit ke-32. Usaha kedua membuahkan tembakan dari Farfan, yang diblok Per Mertesacker.

Setelahnya, Schalke berusaha mempertahankan posisi mereka di lini tengah. Meski tak selalu mampu meredam tekanan lawan, mereka beberapa kali mendapat peluang melancarkan balasan, yang cukup berbahaya.

Pada menit ke-35, Farfan menciptakan ruang dan melepaskan umpan kepada Klaas-Jan Huntelaar. Namun, Mertesacker mampu mematahkan serangan itu.

Pertandingan berlangsung alot setelahnya. Arsenal berusaha menekan, tetapi Schalke mampu mempertahankan posisi mereka di tengah. Dalam sejumlah kesempatan, Schalke bahkan mampu melancarkan serangan berbahaya. Namun, barisan bek Arsenal mampu mematahkannya.

Pada babak kedua, permainan tak banyak berubah. Arsenal masih mendominasi, tetapi kesulitan menciptakan peluang emas. Di sisi lain, Schalke tampak semakin efektif memanfaatkan  kesempatan.

Arsenal membuka peluang di babak kedua melalui Aaron Ramsey pada menit ke-46. Namun, tembakannya diblok Lewis Holtby. Schalke kemudian menekan hingga Benedikt Howedes melepaskan tembakan, yang melesat tipis ke atas gawang pada menit ke-50.

Arsenal belum membalas ketika Christian Fuchs melepaskan tembakan yang diblok Mertesacker pada menit ke-57, yang disusul tembakan Howedes pada menit ke-58, yang meleset dari sasaran.

Sepanjang pertandingan Arsenal menguasai bola sebanyak 54 persen dan melepaskan satu tembakan akurat dari enam usaha. Adapun Schalke menciptakan tiga peluang emas dari tujuh percobaan. (**)