PDIP Dukung Incumbent?

BENGKULU, BE – Langkah calon incumbent H Ahmad Kanedi SH MH untuk maju dalam Pilwakot 2012 semakin tersebuka lebar. Setelah mendapatkan dukungan penuh dari Partai Hanura yang memiliki 2 kursi, kini berhembus informasi bahwa DPP PDIP telah menyetujui memberikan dukungan kepada H Ahmad Kanedi sebagai calon walikota pada Pilwakot 19 September mendatang. Dengan demikian, saat ini calon incumbent telah mengantongi dukungan 4 kursi, karena PDIP juga memiliki 2 kursi di DPRD Kota, sementara persyaratan untuk mencalonkan diri melalui jalur Parpol harus memiliki 5 kursi. Dengan begitu, calon incumbent tinggal mendapatkan menimal 1 kursi lagi. Data terhimpun, keputusan DPP PDIP memberikan dukungan kepada calon incumbent ini belum diketahui banyak orang, hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya. Dikonfirmasi, Wakil Sekretaris DPD PDIP, HM Sidonaris mengatakan pihaknya belum mengetahui perihal tersebut. Karena Ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu, Eva Hartati masih berada di Jakarta. “Saya sudah menghubungi Ketua DPD di Jakarta, tapi belum ada informasi bahwa DPP menjatuhkan pilihannya pada calon incumbent,” kata Sidonaris kepada BE, kemarin. Kendati demikian, ia mengakui bahwa nama incumbent memang telah disampaikan ke DPP bersamaan dengan dua nama lainnya, yakni Emilia Puspita SH (Ita Jamil) sebagai Ketua DPC PDIP Kota Bengkulu, dan Eva Hartati sebagai Ketua DPD Provinsi Bengkulu untuk disahkan menjadi calon walikota. Ia mengatakan pihaknya memiliki beberapa alternatif terkait Pilwakot 2012 ini yakni, pertama, tetap mengusung calon dari kader sendiri. Kedua, mengusung incumbent namun minta diakomodir kader sebagai wakilnya, dan ketiga tidak mengusung siapa-siapa. “Hingga saat ini belum ada keputusan terkait 3 alternatif tersebut,” ujarnya. Ia menjelaskan, selama ini pihaknya tidak pernah menolak calon incumbent, hanya saja minta diakomodir calon wakil walikota harus berasal dari kader partai. “Sejauh ini tidak ada pernyataan dari pengurus partai menolak incumbent, yang ada adalah minta akomodir kader jadikan calon wakil mendampingi calon incumbent tersebut,” paparnya. Dilanjutkannya, permintaan diakomodir tersebut berdasarkan hingga saat ini ada 2 orang kader PDIP yang telah menjalin komunikasinya kepada masyarakat Kota Bengkulu dengan harapan bisa mencalonkan diri sebagai walikota. Terkait adanya penolakan dari kader tersebut untuk berpasangan dengan incumbent, ia menjelaskan berdasarkan AD/ART partai, maka semua kader harus tunduk dan patuh pada keputusan DPP, karena DPP merupakan lembaga tertinggi dalam sebuah Parpol. “Sekarang masih menunggu keputusan DPP, apapun keputusannya kader harus tunduk dan patuh,” tegasnya. Ia mengungkapkan, bahwa tanggal 25 Mei mendatang akan dilaksanakan Rapim PDIP di Jakarta. Untuk itu, ia berharap agar agenda Pilwakot Bengkulu juga dimasukkan dalam Rapim tersebut. (400)