PDAM Gratis Bertambah 1000 KK

ILUSTRASI
ILUSTRASI

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu kembali menambah kuota masyarakat miskin yang belum memiliki fasilitas saluran pipa air bersih. Setelah sukses memasang 2.250 sambungan baru di tahun 2017 lalu, saat ini PDAM kembali merencanakan pemasangan untuk 1000 Kepala Keluarga (KK) di tahun 2018.

“Mudah-mudahan nanti proses pemasangannya bisa berjalan dengan baik, sekitar bulan Juli mendatang,”kata Direktur PDAM Kota, H Sjobirin Hasan SE, kemarin (19/3).

Disampaikannya, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan di seluruh kelurahan dan kecamatan. Pendataan ini sangat penting dilakukan, karena yang mendapatkan bantuan sambungan pipa gratis ini memiliki kriteria khusus, terutama warga miskin atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Tidak semua bisa mendapatkan program ini, ada kriteria tertentu. Namanya juga bantuan,” jelasnya.
Adapun kriteria tersebut, memiliki rumah non permanen sederhana dengan status milik sendiri atau bukan ngontrak, kemudian berpenghasilan rendah, memiliki banyak tanggungan, dan belum pernah mendapatkan bantuan sambungan dari PDAM.

Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Meski sambungan pipa dipasang secara gratis, namun masyarakat memiliki kewajiban untuk membayar iuran per bulannya sesuai dengan pengunaan jumlah air. Hanya saja, uang iuran tersebut telah diatur lebih murah atau disubsidi dari pelanggan umum.

Disisi lain, pihaknya juga menerima jika ada usulan atau laporan dari masyarakat jika ada warga yang dianggap layak untuk mendapat bantuan tersebut. Maka ia mengimbau agar masyarakat dapat membantu setidaknya mengusulkan ke PDAM, sedangkan untuk menentukan layak atau tidaknya maka tergantung hasil survei dilapangan.

Sedangkan untuk anggaran dalam program pemasangan 1000 sambungan gratis tahun 2018 ini sebesar Rp 1,1 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu. Pihaknya telah bekerjasama dengan pemerintah pusat melalui program hibah, sehingga dana yang dikeluarkan oleh Pemkot Bengkulu ini nanti akan diganti oleh pemerintah pusat minimal 60 persen.

“Meskipun tidak diganti 100 persen, setidaknya ada potensi untuk pengantian dana hibahnya oleh pusat,” jelasnya. (805)