PDAM Dilapor ke Ombusdman

RIO-PUSKAKI LAPORKAN PDAM KE OMBUDSMAN (3)BENGKULU, BE – Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Cabang Bengkulu, sekitar pukul 10.30 WIB kemarin (2/1), melaporkan PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu ke Ombudsman Perwakilan Bengkulu.  Mereka mengaku kecewa dengan pelayanan PDAM saat ini. Bahkan, mereka juga membawa sebuah toples berisi air PDAM Tirta Dharma yang berwarna kecokelatan sebagai bukti.
“Kami melaporkan masalah maladministrasi yang terjadi di tubuh PDAM. Kami juga melaporkan mengenai adanya distribusi air yang macet.  Kami berharap Ombudsman dapat menyelesaikan masalah ini. Pelanggan kan sudah membayar mahal kepada PDAM. Cobalah airnya jangan mati,” kata Koordinator Puskaki Cabang Bengkulu, Melyansori.
Kepala Ombudsman Perwakilan Bengkulu, Herdi Puryanto SE, setelah menerima laporan ini menjawab, pihaknya akan selalu menerima laporan masyarakat, apapun bentuknya. Selanjutnya, pihaknya akan mempelajari substansi laporan tersebut dan melakukan mediasi antara pelapor dengan terlapor.
“Berani melapor itu bagus. Dan kalau memang laporan mereka benar, kami akan membuat rekomendasi kepada kepala daerah sebagai atasan mereka untuk diberikan sanksi. Tapi kita utamakan untuk melakukan mediasi terlebih dahulu,” ujarnya.
Sementara Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu, Sjobirin Hasan SE MBA, terkait laporan itu, meminta kepada segenap warga Kota Bengkulu untuk memberikan laporan langsung kepada pihaknya bilamana memiliki keluhan. Ia berharap, bila ada suatu kasus tertentu yang muncul terkait pelayanan PDAM Tirta Dharma kepada pelanggan, persoalan tersebut tidak kemudian langsung digeneralisir. “Kita tidak bisa menjustifikasi bahwa ketika ada suatu kasus di sebuah tempat, masalah yang sama terdapat di semua daerah. Misalnya ada masalah air macet atau keruh di Panorama, belum tentu hal yang sama terjadi di Tengah Padang atau di Kampung Bali.  Kami berharap laporan masyarakat dapat disampaikan secara proporsional,” katanya.
Ke depan, Sjobirin melanjutkan, pihaknya akan membuka layanan hotline service yang akan menjadi tempat dimana semua masyarakat dapat memberikan laporannya secara langsung.  Untuk sementara waktu, masyarakat dipersilakan untuk memberikan laporan ke nomor telepon genggam pribadinya di 081331011063.
“Kita secepatnya akan berkoordinasi dengan pihak Telkomsel untuk membuka layanan hotline service. Tapi sebelum itu, setiap keluhan pelanggan bisa langsung disampaikan kepada kami.  Informasikan kepada kami alamat lengkap dan kontak personnya. Insya Allah kami akan langsung meninjau ke lokasi dan meresponnya secepat yang kami bisa,” sampainya.
Terkait laporan Puskaki Cabang Bengkulu mengenai adanya praktik maladministrasi yang dilakukan oleh pihak manajemen yang lama, Sjobrin menerangkan bahwa persoalan tersebut secara perlahan-lahan telah dibenahi oleh pihak manajemen yang baru. “Seperti adanya karyawan yang bermasalah karena tidak bisa mengembalikan uang perusahaan yang dipinjam dengan cara yang kotor, itu sudah kami sanksi dalam bentuk hukuman yang paling berat. Saya tidak mau menyebut nama karena tidak etis,” tukasnya.
Hanya saja, Sjobirin tetap menyampaikan permohonan maafnya bilamana saat ini tetap ada pelayanan PDAM Tirta Dharma yang kurang memuaskan pelanggan. Ia berjanji untuk terus berbenah dan meminta dukungan dari seluruh lapisan warga masyarakat mengenai hal ini.
“Kalau mengenai upaya peningkatan kinerja, silakan tanyakan langsung kepada pelanggan PDAM di Kelurahan Beringin Raya, Rawa Makmur, Kampung Bali, Anggut Bawah dan Sentot Alibasya. Mereka dahulu juga memiliki keluhan air yang sering macet dan keruh. Mereka langsung menyampaikan masalah itu kepada kami dan kami segera membenahinya. Karena mereka memang berniat untuk mencari solusi, bukan untuk menjatuhkan,” ungkapnya. (009)