PDAM Bengkulu Tengah Terima Bantuan Bank Dunia Rp 35 Miliar


Bakti/BE
Workshop : Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH foto bersama usai acara workshop penyusunan RKA PDAM, di hotel Putri Gading, Senin(24/8).

BENTENG, bengkulu ekspress.com – PDAM Tirta Rafflesia Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar acara workshop SOP dan penyusunan rencana kerja dan angaran (RKA) PDAM tahun 2021.
Direktur PDAM Tirta Rafflesia Kabupaten Benteng, Siti Yuningsih AZ SE MH mengatakan, saat ini PDAM telah memiliki sebanyak 4.026 pelanggan yang tersebar di 5 kecamatan. Yaitu, 2600 pelanggan di Kecamatan Taba Penanjung dan Karang Tinggi yang menggunakan air dari IPA di Desa Datar Lebar Kecamatan Taba Penanjung, 1400 pelanggan di Kecamatan Talang Empat dan Semidang Lagan yang mengandalkan IPA di Desa Lagan Bungin, Kecamatan Talang Empat.
Lalu, 600 pelanggan di Kecamatan Pondok Kelapa dan Pondok Kubang yang bergantung dari IPA Desa Talang Boseng Kecamatan Pondok Kelapa.
“Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan. Alhamdulillah, PDAM Benteng mendapat bantuan dari Bank Dunia dalam bentuk jaringan perpipaan (pipa induk) dengan total dana Rp 35 miliar. PDAM butuh dana pendamping untuk pemasangan pipa dari pipa induk ke rumah-rumah pelanggan,” kata Siti.

Sementara itu, Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH, mengapresiasi apa yang dilakukan PDAM yang telah mempresentasikan kinerja dan keberhasilan selama ini. Hal serupa juga harus dicontoh oleh semua OPD. Agar, apa yang dikerjakan dapat sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wabup.
“Kinerja PDAM dibawah kepemimpinan Siti sangat luar biasa. Saya berikan acungan jempol,” kata Bupati.
Selain itu, Bupati juga bangga karena PDAM berhasil memperjuangkan bantuan dari Bank Dunia. Karena itulah,

Bupati memastikan bahwa Pemda akan menyiapkan dana pendampingan agar realisasi bantuan dari Bank Dunia berjalan lancar.
“Tolong pak Sekda jangan lupa anggarkan dana pendampingan. Jangan sampai bantuan Bank Dunia untuk PDAM batal,” tegas Bupati.(135)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*