PDAM Bantah SR Ditunggangi

KARMOLIS STKEPAHIANG, BE – Direktur PDAM Tirta Alami Kepahiang, Karmolis ST membantah pihaknya ditunggangi dalam kegiatan pemasangan sambungan baru (SR) yang tengah berjalan saat ini. Apalagi PDAM dianggap menjembatani caleg dapil II nomor urut 5 dari Partai Golkar Rica Denis SSi MSi yang juga merupakan istrinya sendiri.
“Perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak benar, karena semua data-data calon pelanggan yang akan dipasang itu serahkan oleh perangkat desa, jadi yang mengelolanya pihak desa sehingga PDAM tidak memungut dan mendata sendiri calon pelanggan yang ingin pemasangan SR PDAM. Kami juga tidak pernah menganjurkan ke perangkat desa untuk mensyaratkan untuk mencoblos salah satu pasangan calon termasuk isteri saya,” ujar Karmolis dalam hak jawabnya yang disampaikan kepada redaksi BE.
Menurutnya, pihaknya belum pernah melakukan pemasangan SR PDAM di Desa Pagar Gunung sampai saat ini. Pemungutan biaya Rp 100 ribu baru dilakukan di Desa Pelangkian dan Kampung Bogor Kecamatan Kepahiang yang juga dilakukan oleh perangkat desa, karena semua data yang diberikan berasal dari pelangkat desa.
“Perlu kami luruskan bahwasanya kami datang ke lapangan hanya memasangan SR PDAM dan meminta tanda tangan warga yang ingin menjadi pelanggan. Jadi sama sekali tidak benar kami memungut biara Rp 100 ribu, karena semuanya mendaftar di perangkat desa,” jelasnya.
Menurutnya, pihaknya dalam melakukan pemasangan gratis sambungan PDAM hanya mensubsidikan bahan paket SR dengan water meter dan pipa maksimal 8 meter sampai halaman rumah pelanggan. Sehingga beban diluar itu semuanya harus ditanggung oleh calon pelanggan, termasuk juga instalasi ke dalam rumah dan matrai.
“Itupun jika didepan rumah warga sudah terdapat pipa distribusi induk PDAM, jika belum ada maka belum bisa jadi pelanggan, kecuali warga tersebut sanggup untuk menyediakan pipa distribusi yang dimaksud,” tambahnya.
Lebih jauh disampaikannya, soal kabar keikutsertaan isterinya yang juga melakukan sosialisasi dengan masyarakat yang melakukan pemasangan sambungan baru, hal tersebut juga disampaikannya sama sekali tidak benar.
“Kami juga sampaikan jika istri saya tidak pernah ikut serta dalam pemasangan sambungan baru PDAM, karena kesibukan beliau juga sebagai dosen di salah satu akademi di Bengkulu. Yang terjadi adalah ada staf hubungan langganan kami melakukan kroscek data yang bernama Marlia, yang perawakan dan paras sangat mirip sama isteri saya. Dia juga menggunakan jilbab, bahkan beberapa kali warga salah menyapa, dikira staf PDAM tersebut merupakan istri saya,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan jika gencarnya pemasangan sambungan baru pipa PDAM Tirta Alami kepada masyarakat Kepahiang diduga bermuatan politis. Ini berdasarkan laporan beberapa warga kepada BE yang menyebutkan, setiap dilaksanakan pemasangan baru yang dilakukan PDAM Tirta Alami Kepahiang, khususnya pada daerah pemilihan (dapil) II Kecamatan Kepahiang dibarengi dengan ajakan untuk mencoblos salah satu caleg. Pihak Panwaslu Kepahiang sendiri sudah mengetahui hal ini dan meminta kepada warga yang menjadi korban politik praktis ini untuk melapor kepada Panwaslu, Panwascam ataupun PPL di daerahnya. (505)