Patung yang Meresahkan Dibongkar

TUTUP: Karena keberadaan patung yang dibangun di lokasi obyek wisata alam Sekunyit menunai protes, mulai Senin (4/1) obyek wisata ini tutup.

KOTA MANNA, bengkuluekspress.com – Adanya bangunan patung-patung yang menyerupai raja firaun, mata dajjal hingga wanita berpakaian seksi yang saat ini meresahkan warga Bengkulu Selatan (BS) di lokasi obyek wisata alam Sekunyit, mendapat sorotan dari dari berbagai pihak. Salah satunya dari Ketua Fraksi PDIP DPRD BS, Holman SE. Mantan Ketua KPU BS ini meminta pihak pengelola wisata alam Sekunyit untuk merobohkan patung yang meresahkan tersebut.

“Kalau keberadaannya meresahkan, saya minta robohkan saja,” katanya.

Sebab, sambung Holman obyek wisata tersebut akan ramai dikunjungi warga dari berbagai latar belakang. Sehingga, jika nanti terus dibiarkan dan menimbulkan gejolak yang lebih besar lagi, maka diganti dengan yang lebih layak. Seperti patung pahlawan nasional atau patung- patung ciri khas BS.

“Kita minta secepatnya diganti sebelum gelombang keresahan warga lebih banyak lagi,” ingatnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kemenag BS, H Arsan Suryani Ibrahim MHI. Dirinya juga sangat menyayangkan ada patung-patung wanita seksi dan juga patung firaun serta dajjal di tempat umum di BS. Jika tempat wisata tersebut untuk semua kalangan, seharusnya memperhatikan kearifan loka dan budaya daerah. Oleh karena itu dirinya meminta agar segera ditindaklanjuti oleh pengelolanya untuk diganti dengan yang lebih layak.

“Kecuali jika obyek wisata itu untuk kalangan tertentu boleh-boleh saja begitu, namun karena ini di BS maka hal yang meresahkan warga harus dihilangkan,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) BS, KH Abdullah Munir ikut prihatin dengan adanya hal yang meresahkan warga di salah satu obyek wisata BS. Dikatakannya, adanya patung raja firaun dan mata dajjal serta wanita seksi,jika meresahkan warga, maka hal itu pertanda tidak layak dibangun di BS. Oleh karena itu, dirinya juga meminta agar patung tersebut dibongkar dan diganti dengan yang lebih layak.

“Kalau ada yang meresahkan sebaiknya dibongkar saja, jangan sampai keberadaaannya menimbulkan lebih banyak sisi negatifnya dari pada manfaatnya,” imbau Abdullah Munir.

Sementara itu, pemilik obyek wisata Sekunyit , Ahua saat ditemui di lokasi obyek wisata tersebut mengaku pembuatan obyek wisata alam tersebut untuk umum bukan untuk kelompok tertentu. Dirinya mengaku pembuatan patung-patung itu bukan bertujuan untuk meresahkan warga namun untuk menambah daya tarik agar warga ramai berkunjung. Namun jika meresahkan warga, dirinya akan membongkarnya.

“Saya bangun obyek wisata ini untuk umum, tidak ada maksud untuk meresahkan warga, patung-patung itu akan kami bongkar,” katanya.

Dikatakan Ahua, timbul ide dirinya membangun patung-patung tersebut karena dirinya sering ke luar negeri. Sehingga saat ke Romawi dan Mesir melihat bangunan tersebut. Lalu dibangun di lokasi obyek wisata alam Sekunyit. Untuk itu, dengan adanya protes dari warga, mulai Senin (4/1) dirinya menutup sementara lokasi obyek wisata alam Sekunyit.

“Dalam satu minggu ini akan kami tutup dulu,kami akan bongkar patung yang meresahkan, setelah itu kami buka lagi,” ujar Ahua. (369)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*